Kampiunnews | Jakarta – Pengukuhan Pengurus Antar Waktu (PAW) Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Maju (DPP PIM) Masa Bakti 2021 – 2026 dipimpin oleh Ketua Umum DPP PIM, Lana T. Koentjoro, bertempat di Ruang Kartini, Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kamis (12/9/2024).
Sebelum acara pengukuhan, DPP PIM mengadakan Talk Show dengan topik “Peran Perempuan di Era Digitalisasi” serta sub tema “Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Perempuan”. Talk show ini menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Septriana Tangkary, SE, MM, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo RI; Wahidah P.M., S.Sos, M.Si., Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN; serta Keynote Speech oleh Drs. Sukaryo Teguh Santoso, S.Sos, M.Pd., Deputi Bidang ADPIN BKKBN.
Dalam sambutannya, Lana T. Koentjoro menyampaikan bahwa peran perempuan di era digitalisasi menjadi topik penting, terutama dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Teknologi, menurutnya, menawarkan peluang besar bagi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, namun juga menuntut peningkatan literasi digital. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan agar perempuan dapat memanfaatkan era digital secara optimal.
Beberapa perspektif yang sering muncul mengenai peran perempuan di era digital, seperti peluang kesetaraan dan pemberdayaan. Teknologi dan digitalisasi membuka kesempatan besar bagi perempuan untuk lebih terlibat dalam sektor ekonomi dan sosial. Platform digital memungkinkan perempuan untuk memulai bisnis online, bekerja dari rumah, dan berpartisipasi dalam ekonomi global tanpa hambatan geografis.
“Era digital memberikan peluang besar bagi perempuan untuk tampil lebih kuat di sektor bisnis dan teknologi. Sekarang, mereka dapat menjalankan bisnis dan mengakses informasi dari mana saja, tanpa dibatasi oleh peran tradisional,” ujar Lana T. Koentjoro.
Menurut Wakil Ketua Umum PIM (WKU 3), Niken Sucitra, yang membidangi Pendidikan dan Pelatihan, digitalisasi juga meningkatkan akses perempuan terhadap pendidikan dan keterampilan. Kursus online dan e-learning menyediakan jalan bagi perempuan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru di bidang digital, yang pada gilirannya membantu mereka meningkatkan karier dan daya saing di pasar kerja.
“Dengan akses yang lebih besar ke pelatihan digital dan kursus online, perempuan kini dapat meraih keterampilan baru tanpa harus meninggalkan rumah. Ini sangat penting untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi dunia kerja yang semakin berbasis teknologi,” ungkap Niken.
Niken juga menyoroti bagaimana beberapa perempuan telah berhasil mencapai puncak karier mereka sebagai pemimpin di bidang teknologi, bisnis digital, dan start-up. Mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda, menunjukkan bahwa perempuan dapat mengambil peran utama dalam membentuk masa depan digital.
Sementara itu, ST.Hadidjah Arsyad,SH Wakil Ketua Umum PIM (WKU 5) yang membidangi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata mengatakan, Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Perempuan menjadi salah satu kunci untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, perempuan berperan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga, baik melalui usaha mikro, kecil, maupun dalam sektor informal.
Icha begitu perempuan berdarah Makasar disapa menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan bukan hanya tentang memberikan akses finansial, tetapi juga memberikan ruang bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan dan jaringan bisnis.

Dengan berkembangnya teknologi dan digitalisasi, perempuan memiliki peluang yang lebih besar untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi berbasis digital, seperti e-commerce dan bisnis berbasis platform online. Namun, Icha juga mengingatkan pentingnya dukungan struktural, seperti akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan pendanaan yang inklusif, agar perempuan dapat mengoptimalkan potensi mereka dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat luas.
Kaajel Kaur Ketua Panitia berharap, acara ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya peran perempuan dalam dunia digital dan mendorong lebih banyak perempuan untuk aktif berpartisipasi dalam membangun ekosistem teknologi yang inklusif dan setara.
Turut hadir dalam kesempatan ini Sidarto Danusubroto Ketua Dewan Pembina PIM yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Deputi Kesetaraan Gender Kementrian PPPA, Angelica Tengker Chairwoman YLPG Foundation IBM Asmi, perwakilan PIM dari Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, DK Jakarta, DI Yogyakarta, Bogor.






