Kampiunnews | Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-26 tahun 2024 menjadi momen bersejarah yang mengukuhkan komitmen perempuan Indonesia untuk berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial, ekonomi, dan politik. Diselenggarakan di Gedung Tri Brata, Jakarta Selatan, pada Rabu, 4 Desember 2024, kongres ini mengusung tema yang menggugah semangat: “Kowani Sebagai Ibu Bangsa Memperkuat Komitmen Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema ini mencerminkan harapan dan tekad untuk menjadikan perempuan sebagai agen perubahan dalam upaya mencapai cita-cita bangsa.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 111 organisasi perempuan di bawah naungan Kowani, yang menunjukkan luasnya dukungan dan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat. Pada kongres kali ini, salah satu momen penting adalah pengesahan 9 organisasi baru yang bergabung sebagai anggota Kowani, termasuk Perempuan Indonesia Maju (PIM), yang dinakhodai oleh Lana T. Koentjoro sebagai Ketua Umum dan Rahajeng Widya sebagai Sekretaris Umum. PIM resmi diterima sebagai anggota dengan nomor keanggotaan 184. Ketua Umum PIM, Lana, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan Kowani terhadap eksistensi organisasinya, seraya menekankan bahwa kongres ini menjadi platform strategis untuk menyuarakan aspirasi perempuan dalam berbagai kebijakan pembangunan.

Dalam sambutannya saat membuka Kongres Kowani ke-26, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menyoroti peran strategis perempuan di tengah tantangan global. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pemilih cerdas dalam pemilu, tetapi juga harus menjadi penggerak kebijakan yang memperjuangkan keterwakilan dalam posisi strategis. Menteri Arifatul juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, sebagai salah satu pilar utama Asta Cita Presiden Prabowo dalam pembangunan bangsa.
Ketua Umum Kowani periode 2019-2024, Giwo Rubianto Wiyogo, menekankan kebanggaannya terhadap capaian Kowani sebagai organisasi federasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia. Dengan lebih dari 100 juta anggota, Kowani telah menggerakkan berbagai organisasi perempuan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Ia juga menyoroti peran Kowani di tingkat internasional, termasuk sebagai inisiator berdirinya ACWO (ASEAN Confederation of Women’s Organizations) sejak 1981 dan anggota aktif ICW (International Council of Women). Kowani bahkan telah memiliki special consultative status di ECOSOC, PBB, sejak 1998.
Selain membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang relevan dengan kebutuhan zaman, kongres ini juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat kemandirian perempuan. Lana Koentjoro dari PIM menambahkan, “Dengan semangat yang menggelora, kongres Kowani tahun 2024 diharapkan menjadi titik awal gerakan perempuan yang lebih kuat, mendorong lebih banyak perempuan untuk aktif di berbagai bidang, mulai dari politik hingga pendidikan.”
Kowani tetap berkomitmen menjadi penggerak perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Dengan kolaborasi bersama organisasi baru seperti PIM, kongres ini menjadi langkah konkret untuk menjadikan Indonesia lebih sejahtera dan berdaya saing di kancah global.
Kongres Kowani ke-26 juga dihadiri Ketua Umum Kowani periode 2019-2024 Giwo Rubianto Wiyogo dan jajaran pengurus DPP Kowani, Dewi Motik, Linda Agum Gumelar, Ketua Panitia Kongres ke-26 Eryana dan sejumlah tokoh perempuan lainnya.






