Kampiunnews | Bekasi – Keluarga Besar Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) bersama Partai Gerindra berhasil menggelar Ibadah Perayaan Natal di Gereja Tiberias Bekasi Town Square pada Sabtu, 18 Januari 2025. Perayaan ini dihadiri oleh ribuan kader Kristiani Gerindra serta sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hasyim S. Djojohadikusumo, Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Gubernur Sulawesi Utara terpilih Yulius Selvanus Komaling, dan Wakil Gubernur NTT terpilih Jhoni Asadoma. Kehadiran para tokoh dan ribuan kader menjadikan perayaan ini sebagai momen istimewa dan penuh makna.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Gekira Fary Djemi Francis menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada panitia dan seluruh kader Gerindra yang berkontribusi dalam perayaan Natal ini. “Tema Natal nasional tahun 2024 adalah ‘Mari Kita ke Betlehem’.
“Partai Gerindra adalah Betlehem yang kita bangun bersama. Mari kita kembali ke rumah perjuangan ini, membangun kedamaian dan sukacita, keadilan dan harapan, serta memberikan respek dan apresiasi kepada banyak orang yang kita layani dalam tugas dan panggilan kita masing-masing,” ungkap Fary Francis.
Tema Natal nasional tahun ini memiliki makna yang mendalam bagi keluarga besar Partai Gerindra. Ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan perjalanan bersama dalam perjuangan ini, terutama perjalanan yang mengantarkan Bapak Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra, menuju kursi kepresidenan, serta jalan-jalan yang telah mengukuhkan Gerindra sebagai partai besar dan disegani, partai yang akbar namun tetap akrab dengan rakyat.

Fary juga mengingatkan kembali ungkapan Bapak Prabowo Subianto saat Perayaan Natal Gerindra 2023 di Medan, “Dalam kondisi bangsa yang masih sering dilanda konflik, keadaan ekonomi yang belum membaik, dan situasi sosial politik yang kerap bikin gaduh, setiap kader Gerindra diminta untuk menjadi agen perdamaian. Menjadi agen perdamaian berarti mencintai sahabat dan merangkul lawan atau musuh. Kita harus mencintai sahabat kita, tetapi kita tidak harus membenci musuh kita. Lawan harus dirangkul jika kita adalah pembawa damai.”
Esensi pesan perdamaian yang selalu disampaikan Bapak Presiden Prabowo Subianto, “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.” Pesan ini mengingatkan kita bahwa membangun persahabatan adalah lebih luhur dan penting. Kita hanya bisa membangun bangsa dan daerah dalam kebersamaan, persaudaraan, saling respek, dan tentu saja, dalam kedamaian.
Sebagai umat Kristiani, kita dituntut untuk mendukung dan berkontribusi bagi bangsa dan negara dengan talenta, profesi, dan semua yang kita miliki. “Jika kita tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Jika kita tidak bisa membantu beberapa orang, bantulah satu orang. Dan jika satu orang saja tidak bisa kita bantu, tidak perlu kita menyusahkan orang lain; tidak perlu menciptakan kericuhan, kekacauan, atau konflik,” ungkap Ketua Komisi V DPR RI periode 2009-2014, mengingatkan kembali ungkapan hati Ketua Dewan Pembina dan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga Ketua Dewan Pembina Gekira, Hashim Djojohadikusumo, dalam sambutannya mengungkapkan banyak godaan yang datang saat partainya memegang kekuasaan. Bahkan, godaan tersebut sampai kepada upaya menyogok Presiden Prabowo Subianto.
“Saya menyaksikan, Pak Prabowo juga menyaksikan, apa yang terjadi saat kita dalam kekuasaan. Godaan itu datang. Pak Prabowo pernah bercerita kepada saya bahwa dia sudah beberapa kali ditawari sogokan, dan saya bersaksi bahwa saya juga pernah ditawari,” ungkap Hashim.
Dia menegaskan bahwa berbagai bentuk godaan tersebut ditolak oleh Presiden Prabowo maupun dirinya.
“Kita ingat bahwa kita kalah tiga kali: 2009, 2014, dan 2019. Namun, berkat Tuhan, kita menang di 2024. Dengan pengalaman yang begitu lama, kita bisa belajar. Saya percaya ini adalah tindakan Tuhan, dan sampai sekarang Pak Prabowo tetap menolak,” kata Hashim.
“Tuhan Yesus adalah saksi saya, saya juga menolak. Saya mengembalikan uang dan berbagai tawaran lainnya, begitu juga Pak Prabowo,” imbuhnya.
Hashim menyebutkan bahwa ke depan akan semakin banyak godaan yang datang.
Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh kader Gerindra yang hadir untuk berperilaku baik.
“Saya berharap para tokoh nasional yang kini menjabat sebagai Gubernur, Bupati, atau penguasa lainnya tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita selalu dilindungi,” katanya.
“Kita memiliki perisai untuk menolak godaan-godaan yang akan terus datang. Saya yakin di masa depan kita akan tetap digoda, tetapi kita percaya iman kita akan membantu kita menolak godaan setan,” jelas Hashim.






