Kampiunnews | Bogor – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh mantan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk berperan sebagai pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akan diluncurkan pada 24 Februari mendatang. Dalam sambutannya di acara HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul pada Sabtu (15/2), Prabowo menjelaskan bahwa Danantara akan diluncurkan dalam waktu kurang dari 10 hari dan ditujukan untuk mengelola dana yang merupakan milik anak dan cucu masyarakat Indonesia.
“Daya Anagata Nusantara berarti kekuatan atau energi masa depan Indonesia. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” ungkap Prabowo. Ia berharap agar semua mantan presiden dapat berkontribusi dalam mengawasi pelaksanaan Danantara. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno.
Prabowo juga mengundang organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), untuk turut serta dalam pengawasan pengelolaan dana masyarakat. “Saya minta semua Presiden sebelum saya untuk berkenan menjadi pengawas di Danantara ini. Saya juga berpikir, jika perlu, pimpinan NU, pimpinan Muhammadiyah, dan KWI dapat ikut membantu mengawasi,” tuturnya.
Danantara resmi berdiri setelah Rapat Paripurna DPR pada Selasa (4/2) mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha Milik Negara (RUU BUMN) menjadi undang-undang. Badan ini akan berperan dalam konsolidasi pengelolaan BUMN serta optimalisasi dividen dan investasi.
Prabowo menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi awal, Danantara diproyeksikan akan mengelola dana lebih dari US$900 miliar atau sekitar Rp14.715 triliun dalam aset yang dikelola (asset under management/AUM). Ia juga mengungkapkan bahwa pendanaan awal Danantara diperkirakan mencapai US$20 miliar.
“Pendanaan awal di tahun ini akan mencapai US$20 miliar. Saya yakin ini akan menjadi langkah yang transformatif. Kami berencana untuk memulai sekitar 15 hingga 20 proyek bernilai miliaran dolar, yang akan menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi negara kita,” kata Ketua Umum Gerindra itu dengan penuh keyakinan. “Saya sangat optimistis, Indonesia akan maju dengan kecepatan penuh,” tambahnya.






