Kampiunnews | Jakarta – Ribuan penganut Sikh dari berbagai penjuru Indonesia bahkan dari negara tetangga seperti Singapur, Malaysia, India, memadati kawasan Gurdwara Sahib Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (4/5), dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Guru Nanak Sikh Temple. Perayaan ini merupakan tonggak penting dalam sejarah komunitas Sikh di Indonesia yang telah berperan aktif dalam kehidupan sosial dan budaya bangsa.
Perayaan seabad ini diwarnai dengan prosesi keagamaan, pembacaan kitab suci, serta pembagian makanan (langgar) secara gratis kepada masyarakat, sebagai wujud ajaran Sikh tentang kesetaraan dan pelayanan.
“Kami sangat bersyukur bisa mencapai usia 100 tahun. Gurdwara ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang terbuka bagi semua,” ujar Amarjit Sikh Ketua Panitia Peringatan 100 tahun Guru Nanak Sikh Temple Tanjung Priok.
Gurdwara ini pertama kali dibangun pada tahun 1924 oleh komunitas Sikh yang menetap di pelabuhan Tanjung Priok. Sejak saat itu, tempat ibadah ini menjadi pusat spiritual dan budaya Sikh di Jakarta, sekaligus simbol keberagaman yang tumbuh dalam harmoni.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut hadir dan mengunjungi galeri sejarah komunitas kepercayaan Sikh yang ditampilkan dalam rangkaian acara peringatan. “Saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas Sikh atas 100 tahun berdirinya Guru Nanak Sikh Temple. Ini adalah bukti kontribusi nyata komunitas Sikh dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di Indonesia,” ujar Menteri Nasaruddin saat memberikan sambutan.
Peringatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan lintas agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif komunitas Sikh dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis dan inklusif.
Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya adalah Dubes India Sandeep Chakravorty, Menteri Agama RI Nazaruddin Umar, Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Rajiv Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.






