Kampiunnews | Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kunjungan audiensi dari Pimpinan Bank BNI Cabang Kupang, Carolus I Nyoman Mariadi, beserta jajaran, di ruang kerja Wali Kota. Audiensi ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang, Jimmy Tunliu, Plt. Kepala Dinas PUPR, Maksi Dethan, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Kupang, Johanes D. B. B. K. Assan.
Pertemuan ini membahas peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dan BNI dalam sejumlah bidang strategis, seperti program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), digitalisasi layanan publik, serta pembangunan kota berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, yang menjadi pertemuan kedua sejak dirinya resmi menjabat sebagai Wali Kota definitif. Ia menekankan pentingnya setiap kerja sama dengan pihak swasta, termasuk BUMN seperti BNI, dilakukan dengan kajian yang matang dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Setiap kerja sama harus saling menguntungkan dan transparan, demi mendukung kemajuan Kota Kupang secara menyeluruh,” ujar Wali Kota.
Salah satu program prioritas yang dibahas adalah pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis digital, yang akan diawali melalui pilot project di Kecamatan Kelapa Lima. Program ini mencakup edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan integrasi sistem bank sampah digital, sebagaimana telah sukses diterapkan BNI di Bali.
“Kami ingin mulai dari Kelapa Lima. Kalau ini berhasil, akan kami replikasi ke kecamatan lain. Tapi target kami jelas: program ini harus tuntas, bukan setengah-setengah,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemkot Kupang tengah menyusun roadmap pengelolaan sampah terintegrasi, termasuk pengadaan 1.300 unit tempat sampah di seluruh RT dan kontainer besi untuk setiap kelurahan. Wali Kota berharap BNI dapat berkontribusi melalui program CSR dan edukasi publik.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan ruang publik dan penguatan ekonomi lokal, Wali Kota mengundang pihak BNI untuk hadir dalam peluncuran Sunday Market di Kawasan Taman Nostalgia (Tamnos) pada Sabtu (21/6). Sunday Market akan digelar rutin setiap akhir pekan, mengusung konsep pasar malam bernuansa etnik, menampilkan produk UMKM, pertunjukan musik akustik, hingga rencana pengembangan Car Free Night ke depan.
Menanggapi undangan dan ajakan kolaborasi tersebut, Pimpinan BNI Cabang Kupang menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Kupang.
“Kami siap mendukung digitalisasi pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur sosial melalui CSR, serta inisiatif layanan publik digital,” ujar Carolus.
Salah satu bentuk konkret kolaborasi yang sedang dikaji adalah pilot project pengelolaan sampah di Kelapa Lima, yang tengah dikembangkan bersama kecamatan, KADIN Kota Kupang, dan calon off-taker pengelola daur ulang.
BNI juga menawarkan kontribusi dalam ekosistem Smart City, termasuk digitalisasi sistem pembayaran retribusi dan pajak daerah, sebagaimana telah diterapkan sebelumnya di Labuan Bajo.
“Kami ingin bantu Pemkot Kupang menghadirkan kemudahan transaksi digital yang inklusif, tidak bergantung pada satu kanal. Sebagai BUMN, BNI punya tanggung jawab untuk mendukung pemerintah daerah,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, pihak BNI juga mengonfirmasi bahwa sejumlah usulan program CSR, termasuk pengadaan mesin penghancur sampah, sedang dalam proses kajian dan akan melibatkan pemangku kepentingan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Pemerintah Kota Kupang dan BNI berharap kerja sama ini akan menghasilkan solusi konkret untuk memperkuat tata kelola kota, mendukung UMKM, serta mempercepat transformasi digital menuju Kupang yang lebih cerdas, bersih, dan berdaya saing.






