Kampiunnews | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan terhadap pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah yang terletak di Kelurahan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Pengerukan ini dilakukan sepanjang 5.300 meter untuk meningkatkan daya tampung air, sehingga dapat mencegah meluapnya sungai saat curah hujan tinggi.
“Pembangunan irigasi ini awalnya dilakukan oleh pemerintah pusat dengan tujuan untuk mengatasi banjir dan menyediakan pengairan. Namun, seiring berjalannya waktu, Pemprov DKI mengambil alih perawatan irigasi ini. Kami menyadari bahwa tanpa perawatan yang baik, irigasi ini justru dapat menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta,” ungkap Gubernur Pramono, didampingi oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah; Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin; serta Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pemantauan di daerah-daerah rawan banjir untuk mengambil langkah-langkah preventif, termasuk pengerukan aliran sungai di berbagai titik di Jakarta.
Mengenai banjir yang terjadi sejak malam hari pada 6 Juli, Gubernur Pramono menyatakan bahwa jajaran Dinas SDA dan para wali kota di lima wilayah telah berkoordinasi untuk memantau dan menangani genangan air dengan cepat.
“Kami telah meminta Dinas SDA untuk tetap siaga. Pengalaman dari malam kemarin menunjukkan bahwa kinerja kita sudah baik, terutama dalam menjaga kawasan strategis agar tidak terdampak. Sekitar pukul 12 malam, semua genangan telah tertangani dengan baik, dan pagi ini situasi berjalan lancar,” jelasnya.
Gubernur Pramono menambahkan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh tingginya curah hujan, kiriman air dari wilayah hulu, serta rob yang menyebabkan luapan di Kali Ciliwung dan beberapa sungai lainnya.
“Saya ingin menyampaikan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam kepemimpinan saya kami mengalami banjir yang terjadi secara bersamaan: banjir kiriman, banjir akibat hujan lokal di Jakarta, dan banjir akibat rob. Banyak warga mungkin tidak tahu bahwa permukaan air laut baru turun pada pukul 20.20 malam tadi. Saat itulah kami mengoperasikan sekitar 600 unit pompa. Kami berharap upaya Dinas SDA dan para wali kota dapat memberikan hasil yang baik dalam penanganan banjir,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Kali Irigasi Bekasi Tengah di Kecamatan Cakung melintasi tiga kelurahan, yaitu Ujung Menteng, Cakung Timur, dan Cakung Barat. Aliran ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).
Pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah segmen A (dari Kanal Banjir Timur hingga Gerbang Perumahan Metland Ujung Menteng) telah dilakukan dari 2 Februari hingga 19 Mei 2025, dengan volume pengerukan mencapai 5.573 m³. Sementara itu, segmen B (dari Gerbang Perumahan Metland hingga Jl. Tambun Rengas) telah dikeruk sebanyak 4.640 m³ lumpur. Selain itu, pengerukan Kali Inspeksi PAM di Kelurahan Cakung Barat (Jl. Raya Tipar menuju JORR E) menghasilkan 2.086 m³ lumpur.
Selain pengerukan, juga direncanakan perbaikan turap saluran penghubung irigasi di Jalan Inspeksi PAM, Kelurahan Cakung Barat, sepanjang 386 meter dengan tinggi turap yang dirancang mencapai tiga meter.






