Kampiunnews | Kupang – Pemerintah Kota Kupang resmi mengadopsi arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang telah disempurnakan sesuai standar arsitektur nasional. Implementasi ini mengacu pada Arsitektur SPBE Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pengembangan SPBE di lingkungan Pemkot Kupang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Ariantje M. Baun, SE, M.Si, menyebut penerapan Perwali ini sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efektif, dan efisien.
“Dengan adanya Perwali ini, setiap perangkat daerah memiliki acuan yang jelas dalam pengembangan dan integrasi layanan berbasis elektronik, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi digital, Pemkot Kupang juga telah menyediakan website Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di https://saboak.kupangkota.go.id/, yang memudahkan pelaku UMKM untuk mendaftar dan memberi informasi kepada masyarakat terkait menu serta acara yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.
Pemanfaatan e-Walidata SIPD juga telah berjalan mencakup perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, hingga penyebarluasan data. Sosialisasi kepada perangkat daerah terus digencarkan untuk memperkuat basis data Kota Kupang. Selain itu, integrasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ASN Data Elektronik Mandiri (SIMPEG ADEM) dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) milik BKN RI telah terealisasi, memudahkan sinkronisasi data kepegawaian secara nasional.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Kupang optimistis memperkuat tata kelola pemerintahan digital demi pelayanan publik yang lebih baik di 2025.
SABOAK: Ikon UMKM dan Ruang Publik Kota Kupang
SABOAK, yang namanya diambil dari buah pohon tuak sebagai simbol Kota Kupang, diangkat menjadi ikon pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini resmi diluncurkan pada Sabtu malam (21/6) di Taman Nostalgia (Tamnos) oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan kota bukan hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga penyediaan ruang publik yang bersih, aman, dan nyaman bagi warga.
“Taman Nostalgia ini adalah milik kita semua. Mari kita jaga bersama, karena taman ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” pesannya.
Revitalisasi Tamnos dilakukan melalui efisiensi anggaran, termasuk pengalihan dana dari belanja mobil dinas dan perjalanan dinas untuk penataan ruang publik. Ke depan, Pemkot berencana membangun area bermain anak dan skate park.
Wakil Wali Kota Serena C. Francis mengungkapkan bahwa keberhasilan SABOAK merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sponsor, termasuk Bank Indonesia, BRI, Mandiri, dan Bank NTT.
“Kami tidak hanya menunggu anggaran. Kami turun langsung, menyusun proposal, bertemu sponsor, dan menjalin kemitraan. Hasilnya adalah SABOAK yang bisa kita nikmati malam ini,” ujarnya.
Dinas Komunikasi dan Informatika turut berperan aktif dalam mengampanyekan SABOAK sebagai destinasi kuliner dan pusat UMKM di Kota Kupang. Para pelaku UMKM berharap SABOAK menjadi agenda rutin mingguan yang menghidupkan Tamnos sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.






