Kampiunnews|Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Bank Tanah terkait pengelolaan dan pemanfaatan tanah negara di wilayah Jawa Barat. Kesepakatan ini diteken oleh Plt Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara di Bandung, Jumat (14/11).
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat arah pembangunan daerah sekaligus menata ulang tata kelola pertanahan agar lebih transparan, adaptif, dan berpihak kepada kepentingan publik.
“Melalui MoU ini, Badan Bank Tanah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersepakat membangun sinergi dalam perolehan, pengelolaan, serta pemanfaatan tanah negara yang berpotensi menjadi Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah (HPL). Kami memastikan pemanfaatannya selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Hakiki.
Ia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi penting agar tanah negara di Jawa Barat yang memiliki dinamika pembangunan tertinggi di Indonesia dapat dimanfaatkan secara lebih tepat sasaran.
Dalam MoU ini, Badan Bank Tanah dan Pemprov Jawa Barat juga meneguhkan komitmen menghadirkan tanah bagi kepentingan umum, kebutuhan sosial, pemerataan dan pertumbuhan ekonomi, serta reforma agraria. Selain itu, kepastian hukum bagi para pelaku investasi pun menjadi bagian dari mandat kerja sama tersebut.
“Kerja sama ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan tanah menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Hakiki.
Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, menambahkan bahwa Jawa Barat membutuhkan tata kelola tanah yang adaptif mengingat laju pembangunan di provinsi ini terus meningkat. Saat ini Badan Bank Tanah telah memiliki sejumlah HPL di Purwakarta, Bandung Barat, Cianjur, dan Sumedang.
“Dengan adanya MoU ini, pemanfaatan aset-aset tersebut dapat dipercepat sehingga benar-benar kembali pada kepentingan publik. Kesepakatan ini juga memberi arah baru bagi penyediaan lahan strategis di provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia,” jelas Jarot.






