Kampiunnews|Kupang – Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kupang terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Berbagai sentra kuliner, produk kreatif, kerajinan lokal, hingga event berbasis komunitas semakin menggeliat dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan perputaran ekonomi serta pendapatan asli daerah (PAD). Pemerintah Kota Kupang pun menargetkan penguatan UMKM sebagai strategi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi Delegasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama mitra kreatif nasional, bertempat di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Selasa (13/01).
Dalam pertemuan tersebut, Penni Octora menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus pemaparan rencana Festival UMKM dan Festival Musik Koplo yang telah resmi diluncurkan dan dibuka langsung oleh Menteri UMKM RI bersama Wakil Menteri UMKM. Kegiatan ini dirancang untuk mengangkat potensi UMKM lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif nasional.
“Festival ini dirancang sebagai roadshow di 10 kota dan 3 negara. Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang, menjadi salah satu wilayah yang masuk radar kami. Kami ingin mengangkat UMKM daerah serta mengolaborasikan musik lokal NTT dengan musik koplo agar lebih dekat dan diterima generasi muda,” ujar Penni.
Ia menjelaskan, setiap penyelenggaraan festival akan melibatkan berbagai sponsor nasional seperti BRI, Pertamina, Grab, serta sejumlah BUMN lainnya. Konsep festival terpadu yang diusung menggabungkan konser musik, pameran UMKM, talkshow, hingga ruang kreatif anak muda. Selain itu, penyelenggara juga menyediakan fasilitas gratis pembuatan badan usaha (CV) bagi pelaku UMKM selama festival berlangsung.
Wakil Wali Kota Kupang menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memperluas ruang usaha dan promosi UMKM sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah.
“Pemerintah Kota Kupang saat ini fokus mengembangkan UMKM dan menghidupkan ruang-ruang publik melalui event dan festival. Pengalaman kami menunjukkan bahwa konser dan festival musik mampu menggerakkan UMKM, sektor perhotelan, serta ekonomi kota secara keseluruhan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program Saboak (Sunday Market Buat Orang Kupang) telah membuktikan bahwa event berbasis UMKM dan komunitas berdampak nyata terhadap perputaran ekonomi lokal. Oleh karena itu, rencana Festival UMKM dan Musik Koplo dinilai sejalan dengan visi Pemkot Kupang dalam memperkuat ekonomi kreatif, memberdayakan pelaku UMKM, serta membuka peluang bagi musisi dan kreator lokal.
Audiensi ini juga membahas peluang kolaborasi lanjutan, termasuk dukungan venue, promosi daerah, pemberdayaan musisi lokal, hingga sinergi program CSR BUMN untuk kegiatan sosial, lingkungan, serta pemberdayaan nelayan dan petani.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan awal untuk menindaklanjuti rencana kerja sama secara resmi melalui penyampaian surat dan presentasi lanjutan, baik di tingkat Pemerintah Kota Kupang maupun Kementerian UMKM Republik Indonesia.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Direktur Utama Do & Done Creative Partner, Penni Octora, serta Tim Kreatif Ardiansyah. (tonowbl)






