Kampiunnews|Batam – BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, kembali mengecam keras tindakan perusakan puluhan tanaman bougenvil yang terjadi di sejumlah titik di Kota Batam, Selasa (19/5/2026).
Ariastuty menilai tindakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan upaya pemerintah dalam menata dan memperindah kota. Selain itu, ulah pihak tidak bertanggung jawab tersebut juga menyebabkan kerusakan pada ratusan tanaman jati emas di beberapa lokasi.
“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman bougenvil yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif dalam menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi masyarakat maupun investor,” tegas Ariastuty.
Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 59 tanaman bougenvil mengalami kerusakan tanpa sebab yang jelas. Dari jumlah tersebut, 13 tanaman diketahui hilang setelah diduga dicabut, sementara sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi tercabut dan dibuang ke saluran parit.
Lebih lanjut, Ariastuty menegaskan bahwa program penghijauan dan penanaman yang digagas pemerintah merupakan bagian dari implementasi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam menciptakan kawasan yang lebih hijau dan asri. Kehadiran tanaman hias seperti bougenvil tidak hanya berfungsi memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap ruang terbuka hijau yang berkelanjutan.
Ia juga memastikan bahwa BP Batam akan segera melakukan penanganan terhadap tanaman yang rusak serta memperkuat pengawasan di sejumlah titik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun. Keindahan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga. Jika menemukan tindakan yang merusak fasilitas umum, kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.






