Kampiunnews|Kupang – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, mengajak generasi muda untuk terus merawat moderasi beragama dan memperkuat wawasan kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat membuka talkshow bertajuk “Merawat Moderasi Beragama, Menguatkan Wawasan Kebangsaan” di Aula STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (16/5).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang bersama Senat Mahasiswa STIPAS Kupang tersebut menghadirkan tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat sebagai narasumber. Di antaranya Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang RD Dr. Florens Maxi Un Bria, Ketua UPP Pengembangan Teologi dan PAG Majelis Sinode GMIT Pdt. Melky Joni Ulu, serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT Dr. Syarifuddin Darajad.
Dalam sambutannya, Jeffry Pelt membagikan pengalaman hidup toleransi yang telah ia rasakan sejak kecil di lingkungan keluarga yang hidup dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Menurutnya, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau saling menghargai, hidup itu menjadi indah. Keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan,” ujarnya di hadapan peserta talkshow.
Jeffry juga menekankan pentingnya dialog lintas iman, terutama di kalangan generasi muda. Ia mengaku hingga kini masih aktif membangun komunikasi dan diskusi bersama tokoh-tokoh muda lintas organisasi dan lintas agama.
“Kita sering duduk bersama, berdiskusi, dan saling mendengar. Bangsa ini akan kuat jika anak mudanya mau berjalan bersama dalam perbedaan,” katanya.
Mengutip pesan mendiang Paus Fransiskus, Jeffry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun jembatan persaudaraan, bukan tembok pemisah. Menurutnya, semangat saling menghargai menjadi kunci menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
Sementara itu, Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda NTT, RD Jefry Bonlay, menilai dialog lintas agama sangat penting untuk mencegah munculnya fanatisme sempit di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa komunikasi dan keterbukaan menjadi modal utama membangun kehidupan bersama yang harmonis.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang, Valentinus Kopong Masan, mengatakan bahwa talkshow tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memperkuat nilai toleransi dan menjaga identitas NTT sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama.
“Moderasi beragama harus hidup dalam tindakan sehari-hari, bukan sekadar slogan,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dan menjadi ruang refleksi bersama bagi generasi muda untuk memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan wawasan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang. (red_ton)






