Kampiunnews|Jakarta – Sebuah kabar mengejutkan datang dari klub raksasa ibu kota, Persija Jakarta. Manajemen Macan Kemayoran secara resmi mengonfirmasi keputusan untuk menyudahi kerja sama dan berpisah dengan pelatih kepala mereka, Mauricio Souza.
Juru taktik asal Brasil tersebut pertama kali mendarat untuk menakhodai Rizky Ridho dan kawan-kawan pada tahun 2025 silam. Selama satu musim kepemimpinannya, Mauricio Souza sebenarnya menorehkan catatan performa yang cukup apik di kompetisi domestik.
Di bawah arahan Mauricio, Persija Jakarta sukses menyudahi musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan finis di peringkat ketiga klasemen akhir. Skuad Macan Kemayoran berhasil mengemas total 71 poin dari 34 pertandingan, yang diraih lewat hasil 22 kemenangan, 5 kali imbang, serta 7 kekalahan.
Meski performa tim di lapangan dinilai kompetitif, manajemen Persija memutuskan untuk tidak memperpanjang masa bakti kontrak pelatih berusia 52 tahun tersebut yang habis pada akhir musim 2026 ini. Faktor pencapaian target utama yang dibebankan di awal musim menjadi landasan dasar keputusan krusial ini diambil.
“Kontrak pelatih Mauricio Souza berakhir di akhir musim 2025/2026 dan manajemen Persija memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak, mengingat bahwa target yang disepakati pada awal kontrak tidak tercapai,” tulis pernyataan resmi dari pihak klub.
Walau jalurnya harus berpisah, manajemen klub tetap mengapresiasi tinggi dedikasi sang juru taktik semasa berada di Jakarta.
“Persija mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh Coach Mauricio Souza, yang telah meninggalkan jejak penting selama kebersamaannya dengan Macan Kemayoran. Dedikasi, kerja keras, dan gagasan sepak bolanya memberi karakter tersendiri dalam perjalanan tim di Super League 2025/2026,” tambah manajemen.
Langkah cuci gudang tim kepelatihan ini rupanya dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya mendepak Mauricio Souza, Persija Jakarta juga resmi mengakhiri masa kerja seluruh gerbong staf kepelatihan bawaannya yang berkebangsaan Brasil.
Adapun nama-nama staf yang ikut dilepas dari skuad adalah Italo Bartole Resende (asisten pelatih), Vitor Branco da Cruz (pelatih fisik), Gerson Rodrigues Rios (pelatih kiper), Caio Araujo (analis), serta Claudio Luzardi yang bertugas sebagai interpreter tim.





