Kampiunnews|Jakarta – Kompetisi BRI Super League 2025/2026 telah resmi berakhir dengan memunculkan Persib Bandung sukses keluar sebagai kampiun. Keberhasilan Maung Bandung diikuti oleh Borneo FC Samarinda di posisi runner-up, serta Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya yang melengkapi jajaran papan atas klasemen akhir.
Menatap musim baru, operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB / I.League), telah memastikan kalender pelaksanaan kompetisi untuk level tertinggi hingga divisi kedua sepak bola Tanah Air. Musim baru kompetisi sepak bola Indonesia dijadwalkan mulai berlangsung pada September 2026.
Super League sebagai kompetisi kasta tertinggi dijadwalkan dimulai pada 4 September 2026. Sementara itu, Championship atau kompetisi kasta kedua akan mulai berlangsung dua pekan setelahnya, tepatnya pada 18 September 2026.
Pengumuman kalender kompetisi dilakukan lebih awal agar seluruh klub, operator, dan stakeholder sepak bola nasional memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi musim baru. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa penyusunan jadwal sejak dini menjadi langkah strategis untuk menciptakan kompetisi yang lebih tertata.
“Kalender musim 2026/2027 disusun lebih awal agar klub dan seluruh stakeholder memiliki kepastian dalam melakukan perencanaan. Kami juga memastikan kompetisi berjalan selaras dengan agenda Tim Nasional Indonesia dan kalender sepak bola internasional,” ujar Ferry Paulus.
Dalam penyusunan jadwal, I.League melakukan koordinasi intensif bersama PSSI. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan agenda Timnas Indonesia yang mengacu pada kalender resmi FIFA, AFC, dan AFF agar tidak terjadi benturan jadwal yang merugikan klub maupun tim nasional.
Melirik hasil musim lalu, peta persaingan musim 2026/2027 diprediksi akan semakin panas dan sulit ditebak. Misi Mempertahankan Takhta oleh Persib Bandung jelas menjadi tim yang paling diincar. Sebagai juara bertahan, konsistensi anak asuh Pangeran Biru akan diuji oleh tekanan mempertahankan gelar di tengah jadwal yang padat.
Ambisi Para Penantang Utama, Borneo FC Samarinda yang finis di posisi kedua tentu penasaran untuk merebut trofi juara. Didukung manajemen yang sehat, Pesut Etam tetap menjadi ancaman serius.
Kebangkitan Klub Klasik seperti Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya di papan atas musim lalu menjadi sinyal kuat bahwa kekuatan tradisional sepak bola Indonesia telah kembali. Rivalitas klasik di antara tim-tim besar ini dipastikan bakal mendongkrak tensi kompetisi sejak pekan pertama.
Faktor Agenda Timnas bagi klub-klub yang memiliki pemain berlabel Timnas harus pintar memutar otak dalam melakukan rotasi pemain, mengingat jadwal musim ini dirancang selaras dengan agenda internasional Garuda.
League Cup
Lanskap sepak bola Indonesia bersiap menyambut babak baru. Tidak hanya menyajikan kompetisi reguler yang sudah berjalan, musim kompetisi 2026/2027 juga akan menjadi saksi lahirnya turnamen baru bertajuk League Cup.
Kompetisi ini direncanakan bergulir secara paralel dengan liga utama. Kehadirannya diproyeksikan menjadi panggung tambahan bagi klub-klub tanah air untuk unjuk gigi di luar kompetisi kasta tertinggi yang padat.
Kehadiran League Cup mengemban misi besar untuk kemajuan sepak bola nasional. Turnamen ini diharapkan mampu menambah menit bermain para pemain terutama pilar pelapis dan talenta muda sekaligus memperluas peta persaingan antarklub di Indonesia. Lebih dari sekadar trofi baru, ajang ini dirancang untuk memperkuat dan mematangkan ekosistem sepak bola nasional secara menyeluruh.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, menegaskan bahwa pembentukan League Cup merupakan bagian dari langkah strategis jangka panjang. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk mendongkrak kualitas serta nilai kompetitif sepak bola di Indonesia.
“Selain fokus pada liga reguler, kami mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan League Cup. Ini adalah kompetisi tambahan yang kami harapkan dapat memperkuat pondasi ekosistem sepak bola nasional kita ke depan,” ujar Ferry Paulus.
Langkah PT LIB menghidupkan kembali turnamen berbasis piala domestik ini dinilai sebagai angin segar. Format turnamen paralel seperti ini jamak ditemukan di liga-liga top Eropa, seperti EFL Cup di Inggris. Dengan adanya League Cup, klub-klub Indonesia dituntut memiliki kedalaman skuad (squad depth) yang mumpuni agar bisa tampil konsisten di dua ajang sekaligus. Hal ini secara tidak langsung akan memacu klub untuk lebih serius dalam melakukan pembinaan pemain muda.
Sementara itu, pihak penyelenggara masih menyimpan rapat detail format dan jadwal turnamen baru ini. Pengumuman resmi mengenai kalender kompetisi untuk Liga Nusantara, Elite Pro Academy (EPA) Super League, dan EPA Championship baru akan dirilis secara bertahap pada kesempatan berikutnya.






