Kampiunnews|Bajawa – Perjalanan panjang Tim Baksos Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap Partai Gerindra, dalam menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berlanjut.
Setelah bergerak dari sejumlah desa terdampk di Kabupaten Nagekeo, memasuki hari ketiga Tim Baksos GEKIRA melanjutkan perjalanan menuju Kota dingin Bajawa, Kabupaten Ngada. Tim menempuh perjalanan melewati jalur darat dengan medan yang cukup menantang, menyusuri kawasan perbukitan Flores hingga akhirnya tiba di Kota Bajawa.
Kedatangan tim disambut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ngada Rudolf Wogo, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra yang selama ini dikenal aktif membina olahraga, khususnya sepak bola dan basket di Kabupaten Ngada.
Bajawa sendiri berada di ketinggian sekitar 1.100 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi geografis tersebut membuat ibu kota Kabupaten Ngada ini memiliki udara yang sejuk dan cenderung dingin. Namun, suasana tersebut tidak menyurutkan semangat Tim Baksos GEKIRA untuk langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Susu, Kecamatan Bajawa, guna menemui masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Di Desa Susu, Tim Baksos GEKIRA menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada 140 kepala keluarga (KK) terdampak bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas GEKIRA terhadap warga Flores yang sedang menghadapi masa sulit pascagempa.
Ketua Umum PP GEKIRA Nikson Silalahi menegaskan, aksi sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen GEKIRA untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana.
“GEKIRA selalu bergerak untuk menjadi berkat. Kehadiran kami bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat Flores tidak sendiri menghadapi masa sulit ini. Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong harus terus hadir setelah bencana terjadi,” ujar Nikson melalui telepon.
Menurut Nikson, perjalanan Tim Baksos GEKIRA yang dipimpin Pdt. Dr. Yerry Tawalujan dilakukan untuk menjangkau langsung masyarakat di sejumlah kabupaten yang terdampak gempa.
“Tim kami bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat. Ini adalah bentuk pelayanan GEKIRA kepada masyarakat dan wujud kepedulian keluarga besar Gerindra terhadap saudara-saudara kita di Flores,” katanya.
Sementara itu, Pdt. Dr. Yerry Tawalujan, Ketua Bidang Lingkungan Hidup PP GEKIRA yang memimpin langsung perjalanan tim, mengatakan bahwa memasuki hari ketiga, rombongan menyambangi Desa Susu, Kecamatan Bajawa.
Menurut Yerry, perjalanan menuju Bajawa menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan GEKIRA untuk memastikan bantuan tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi menjangkau masyarakat di berbagai daerah terdampak.
“Kami datang bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar kondisi mereka dan melihat kebutuhan yang mereka hadapi. Perjalanan ini menjadi bagian dari panggilan kemanusiaan GEKIRA untuk terus hadir bersama masyarakat Flores,” ungkap Yerry.
Ia mengatakan antusiasme warga saat menerima bantuan sangat luar biasa. Sebanyak 140 paket sembako diberikan kepada 140 kepala keluarga, yang diperkirakan membantu sedikitnya sekitar 500 warga jika dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga.
“Antusiasme warga luar biasa. Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat meringankan kebutuhan masyarakat. Yang lebih penting, mereka merasakan bahwa ada saudara-saudara mereka yang datang untuk memberikan dukungan dan kepedulian,” jelas Yerry.
Kehadiran Tim Baksos GEKIRA juga mendapat apresiasi dari Rudolf Wogo, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ngada. Ia ikut secara langsung membagikan paket sembako kepada warga Desa Susu.
“Saya atas nama masyarakat Kabupaten Ngada, khususnya masyarakat Desa Susu, Kecamatan Bajawa, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PP GEKIRA yang sudah datang langsung membawa bantuan untuk warga kami. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana,” ujar Rudolf.
Rudolf yang juga aktif dalam pembinaan sepak bola dan basket di Kabupaten Ngada menilai kehadiran berbagai elemen masyarakat dan organisasi untuk membantu korban bencana merupakan bentuk solidaritas yang sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan pemerintah terhadap penanganan bencana di Flores, termasuk tambahan bantuan anggaran bagi kabupaten-kabupaten terdampak.
“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan tambahan bantuan sebesar Rp20 miliar untuk setiap kabupaten terdampak. Kami berharap anggaran tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah untuk membangun kembali berbagai fasilitas dan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana,” kata Rudolf.
Menurutnya, bantuan pemerintah harus berjalan beriringan dengan dukungan masyarakat dan berbagai organisasi sosial sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat.
Bagi GEKIRA, perjalanan menuju Bajawa bukan sekadar agenda penyaluran bantuan. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari pesan solidaritas bahwa Flores tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Tim Baksos GEKIRA dijadwalkan terus bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Manggarai Timur dan akan berakhir di Labuan Bajo untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyapa langsung masyarakat yang membutuhkan dukungan.







