Kampiunnews|Nagekeo – Solidaritas terhadap korban gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap Partai Gerindra, mengerahkan seluruh jajaran pengurus untuk membantu masyarakat terdampak bencana secara bertahap dan berkesinambungan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) Nikson Silalahi mengatakan seluruh pengurus GEKIRA di Indonesia telah diminta ikut mengambil bagian dalam membantu warga Flores yang terdampak gempa.
“Kami telah perintahkan seluruh pengurus GEKIRA se-Indonesia untuk turun membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana di Flores, NTT,” ujar Nikson, Kamis (27/8/2026).
Nikson menegaskan, bantuan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap awal digerakkan pengurus GEKIRA NTT yang berada dekat dengan wilayah terdampak, kemudian dilanjutkan PP GEKIRA dengan penyaluran sembako ke sejumlah kabupaten. Tahap berikutnya akan difokuskan pada bantuan bahan bangunan untuk mendukung pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga.
Langkah tersebut sejalan dengan proses penanganan pemerintah yang kini memasuki tahap pemulihan. BNPB menerjunkan tim ke tujuh kabupaten terdampak untuk mempercepat pendataan serta rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak. Data sementara per 24 Agustus mencatat 77.912 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 24.597 rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto pada 26 Agustus meninjau langsung kondisi warga terdampak di Nagekeo sekaligus memimpin rapat penanganan bencana. Pemerintah menyiapkan dukungan sebesar Rp200 miliar, terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan Rp20 miliar untuk masing-masing delapan kabupaten terdampak di Flores.
Di tengah proses tersebut, GEKIRA memilih memperkuat bantuan langsung kepada masyarakat. Ketua Bidang Lingkungan Hidup PP GEKIRA Dr. E. Yerry Tawalujan, S.Th., M.Th., yang diutus ke Flores, memimpin penyaluran bantuan sembako di Kabupaten Nagekeo, Kamis (27/8/2026)
Bantuan disalurkan kepada warga Desa Aeramo dan Kampung Lama Kobagheje, Kecamatan Aesesa. Hampir 100 keluarga menerima paket sembako dari GEKIRA.
“Tim PP GEKIRA membantu empat desa di Kabupaten Nagekeo, masing-masing dua desa di Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Total 12 desa di lima kabupaten, mulai 27 Agustus hingga 4 September,” kata Yerry.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian GEKIRA terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa. Selain memenuhi kebutuhan pangan, GEKIRA juga menyiapkan bantuan material bangunan sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan jangka panjang.
Ketua GEKIRA Kabupaten Nagekeo, Kristianus P. Jogo, menyambut positif kehadiran PP GEKIRA. Menurutnya, bantuan langsung sangat berarti bagi warga yang masih berada dalam kondisi sulit pascabencana.
“Warga sangat senang mendapat bantuan langsung dari PP GEKIRA. Paket yang diberikan berisi beras lima kilogram, mie instan 10 bungkus dan minyak goreng satu liter,” ujarnya.
Salah seorang warga Desa Aeramo, Samuel, juga menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
“Kami sangat senang dibantu GEKIRA. Bantuan sembakonya banyak dan sangat membantu. terima kasih GEKIRA,” katanya.
Gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan dampak luas di sejumlah wilayah. Pemerintah, TNI-Polri, BNPB, BPBD, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat terus bergerak memenuhi kebutuhan warga serta mempercepat pemulihan. Hingga 25 Agustus, BMKG mencatat ribuan gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores.
Di tengah situasi tersebut, GEKIRA menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat Flores. Bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi diarahkan untuk mendukung kebutuhan darurat sekaligus proses pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan warga terdampak.







