Kampiunnews | Manggarai – Penanganan dampak gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga kemanusiaan. Hingga Kamis (27/08/2026), bantuan masih disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk daerah yang sulit dijangkau.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) yang selama hampir sepekan bergerak menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak gempa.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Gubernur bertemu tim JHL Foundation di BPBD Ruteng, Kamis dini hari (27/08/2026), setelah melakukan pertemuan dengan Bupati Manggarai. Dalam pertemuan itu, tim JHL Foundation melaporkan perkembangan penyaluran bantuan di sejumlah wilayah Flores.
Emanuel mengatakan luasnya dampak gempa membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak.
“Ini kejadian yang menimpa masyarakat sangat luas. Tentu kami mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang memberikan dukungan bagi warga Flores yang terdampak, baik dari dalam NTT maupun luar NTT,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Ini membuktikan bahwa gotong royong, yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia dan NTT seperti yang Bung Karno rumuskan di Ende, di Flores ini benar-benar bisa kita lihat dan kita rasakan dalam proses penanganan gempa Flores kali ini,” katanya.
Selama hampir satu pekan, JHL Foundation bergerak dari desa ke desa di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Maumere, Ende hingga Nagekeo. Dukungan kemanusiaan yang disalurkan mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Bantuan berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, pakaian, selimut, terpal, karpet, dan kebutuhan dasar lainnya diberikan secara langsung kepada warga.
Tim tidak hanya menyasar lokasi pengungsian, tetapi juga mendatangi kampung dan wilayah pelosok untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.
Dalam penyaluran tersebut, tim menemukan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian bangunan rata dengan tanah. Sebagian warga masih bertahan di pengungsian, sementara trauma akibat gempa juga masih dirasakan masyarakat.
Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, mengatakan apresiasi pemerintah daerah menjadi motivasi bagi tim untuk melanjutkan misi kemanusiaan di Flores.
“Kami datang membawa apa yang kami mampu. Tapi setelah hampir sepekan berada di sini, kami justru belajar banyak dari masyarakat Flores tentang ketabahan dan gotong royong,” ujar Jerry.
JHL Foundation, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menentukan wilayah penyaluran berikutnya.
“Kami tidak ingin bantuan hanya berhenti di tempat yang mudah dijangkau. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan berusaha hadir dan bergerak bersama pemerintah agar bantuan bisa sampai secara tepat sasaran,” tegasnya.
Perkembangan penanganan gempa Flores menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan bantuan pangan, tetapi juga tempat tinggal sementara, perlengkapan pengungsian, pemulihan infrastruktur, air bersih, serta dukungan untuk masyarakat yang masih menghadapi trauma.
Gubernur NTT menegaskan penanganan bencana berskala luas membutuhkan gerakan bersama. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat, relawan, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat terus didorong memperkuat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.
“Hanya dengan bergerak bersama dan gotong royong, gempa bumi yang berdampak luas dan besar ini bisa kita hadapi dengan baik dan bisa kita lewati,” tegas Emanuel.
Semangat gotong royong tersebut menjadi kekuatan penting dalam masa tanggap darurat sekaligus proses pemulihan masyarakat Flores pascagempa.







