Kampiunnews|Kupang โ Turnamen bola basket Wali Kota Cup 2026 resmi bergulir. Kompetisi olahraga tahunan ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bertempat di GOR Oepoi Kupang pada Senin (25/05/2026). Pergelaran tahun ini menorehkan catatan sejarah baru karena sukses terselenggara selama dua tahun berturut-turut dengan antusiasme yang kian meningkat.
Pada seremoni pembukaan, Wali Kota Kupang tampak didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya. Hadir pula deretan tokoh penting daerah, di antaranya Ketua DPRD Provinsi NTT sekaligus Ketua Perbasi NTT Ir. Emelia Julia Nomleni, Sekretaris Perbasi NTT Marthen Bana, S.Pd., M.Ikom., Ketua Perbasi Kota Kupang Patrix Nomleni, S.Kom., MT., serta Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ngada sekaligus Ketua Umum Pengkab Perbasi Ngada, Rudolf Aqroz Wogo, S.Pi., yang memboyong langsung timnya untuk berkompetisi.
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, sponsor, wasit, ofisial, dan khususnya tim-tim dari luar daerah, seperti Kabupaten Ngada, yang berpartisipasi dengan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa Wali Kota Cup bukan sekadar ajang olahraga biasa.
“Hari ini kita tidak hanya membuka sebuah event olahraga, melainkan membuka ruang bagi anak muda untuk berekspresi dan menunjukkan talenta terbaik mereka. Lebih dari itu, di sinilah tempat kita membina karakter generasi muda,” ujar Wali Kota Kupang.
Ia menambahkan bahwa melalui olahraga bola basket, para atlet muda diajarkan tentang nilai-nilai penting kehidupan. Mulai dari kerja keras, semangat juang, bangkit dari kegagalan, hingga pentingnya kerja sama tim. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi modal berharga bagi mereka di dunia pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Mengutip pesan mendalam dari legenda basket dunia, Michael Jordan, Wali Kota menyampaikan: “Dengan talenta, kita mungkin hanya bisa memenangkan sebuah pertandingan. Tapi dengan kerja sama tim, kita bisa memenangkan kejuaraan.”
Lebih lanjut, dr. Christian menekankan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik seperti gedung bertingkat atau jalan tol. Indikator utama kemajuan justru dinilai dari kualitas manusia dan ruang publik yang dihadirkan untuk masyarakat.
“Membangun kota juga berarti menghadirkan ruang-ruang seperti ini. Bagaimana pendidikannya, kesehatannya, dan apakah anak mudanya punya wadah positif? Apakah kita punya taman yang bagus dan budaya saling menghargai? Itulah esensi sejati dari membangun sebuah kota,” tegas dr. Christian Widodo sebelum secara resmi membuka turnamen Wali Kota Cup Basket 2026.






