Kampiunnews|Jakarta โ Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat keberhasilan besar dalam memperluas jangkauan pasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke kancah global. Melalui rangkaian program pitching dan business matching yang digelar secara daring sepanjang tahun 2025, Kemendag berhasil membukukan potensi transaksi dan realisasi ekspor hingga hampir 135 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,4 triliun.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menegaskan bahwa pemanfaatan platform digital kini menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mendongkrak ekspor nasional dan memangkas jarak antara pelaku usaha lokal dengan pasar internasional.
“Kita banyak melakukan kegiatan secara online. Teman-teman UMKM mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan di luar negeri, kemudian kita lihat apakah produk itu sudah memenuhi persyaratan negara tujuan,” kata Ari dalam diskusi di Jakarta Kreatif Festival di Jakarta, Minggu (05/07/2026).
Ari menjelaskan bahwa dalam proses kurasi dan penetrasi pasar ini, Kemendag mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor.
Para perwakilan perdagangan ini mengemban dua tugas krusial:
- Memberikan masukan strategis mengenai kesiapan produk UMKM agar sesuai standar negara setempat.
- Mempertemukan langsung pelaku usaha dalam negeri dengan calon pembeli potensial melalui sesi business matching.
Proses inkubasi ekspor ini juga memastikan bahwa produk yang dibawa ke meja negosiasi benar-benar memiliki daya saing dan legalitas yang matang. Perwakilan perdagangan di luar negeri akan aktif membimbing UMKM yang masih kekurangan dokumen pendukung.
“Nanti teman-teman perwakilan akan membimbing, misalnya perlu tambahan sertifikasi A atau sertifikasi B. Kalau sudah lengkap, baru kita lakukan business matching dengan buyer yang potensial,” jelasnya.
Efektivitas program daring ini terbukti sangat tinggi. Sepanjang tahun 2025 saja, Kemendag tercatat telah menyelenggarakan sebanyak 662 kegiatan pitching dan business matching secara daring. Kerja keras ini terbayar lunas dengan terciptanya arus transaksi ekspor baru senilai triliunan rupiah yang memperkuat posisi UMKM Indonesia di rantau global.






