Kampiunnews|Batam – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Batam semakin terasa melalui rangkaian event sepak bola yang digelar Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kehadiran tim dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara menjadikan sepak bola bukan hanya sebagai ajang kompetisi dan pembinaan, tetapi juga bagian dari pengembangan sport tourism Batam.
Rangkaian kegiatan diawali Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal pada 7–9 Agustus 2026. Turnamen usia dini ini diikuti 48 tim, terdiri dari 10 tim U-8 serta masing-masing 19 tim U-10 dan U-12.
Agenda kemudian berlanjut melalui Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 di Stadion Gelora Citra Mas Batam, 15–16 Agustus 2026. Sebanyak 32 tim dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia ambil bagian, masing-masing 16 tim U-10 dan U-12.
Kehadiran peserta dari luar daerah dan mancanegara memberikan pengalaman bertanding sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Batam. Event ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan Batam sebagai kota yang mampu menggelar kegiatan olahraga berskala internasional.
Semarak sepak bola Batam selanjutnya berlanjut melalui Prime International Football Series 2026 yang mempertemukan Geylang International FC Singapura, Indera FC Brunei Darussalam, Garudayaksa FC dan Batam Prime.
Legenda Timnas Ikut Meramaikan
Geliat sepak bola Batam semakin menarik dengan kehadiran sejumlah legenda Timnas Indonesia dalam Batam International Football Series 2026.
Agenda yang dinantikan adalah Fun Game Timnas Indonesia Legend melawan BP Batam Legend. Timnas Indonesia Legend akan diperkuat Rully Nere, Rahmad Darmawan, Rocky Putiray, Azhari Rangkuti dan Patar Tambunan. Sementara BP Batam Legend diperkuat Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Fary Djemy Francis dan Denny Tondano.
Amsakar mengatakan kehadiran para legenda bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni sepak bola sejak usia dini.
“Grassroots adalah fondasi. Dari sana kita membangun mental bertanding, karakter dan talenta,” ujar Amsakar.
Fary Djemy Francis selaku Ketua Dewan Pembina Panitia Batam Grassroots Festival sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Garuda Yaksa FC Academy mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menggabungkan tiga unsur, yakni legenda sebagai inspirasi, grassroots sebagai fondasi regenerasi, dan kompetisi internasional sebagai jembatan menuju level yang lebih tinggi.
Legenda Timnas Indonesia, Rully Nere, juga menilai kompetisi usia dini penting untuk melahirkan pemain berkualitas melalui proses latihan, kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan.
Rangkaian event tersebut sekaligus memperkuat citra Batam sebagai destinasi sport tourism. Kehadiran tim dari berbagai daerah dan negara menjadi peluang memperkenalkan Batam tidak hanya sebagai kota industri dan investasi, tetapi juga sebagai kota olahraga dengan event bertaraf internasional.
Dari Batam, legenda menginspirasi, grassroots melahirkan talenta, dan kompetisi internasional membuka jalan menuju prestasi.






