Kampiunnews|Jakarta – Ketua Umum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Nikson Silalahi, menilai agenda transisi energi yang didorong pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka harus ditempatkan dalam kerangka besar kemandirian dan kedaulatan nasional.
Menurut Nikson, kemandirian energi dan swasembada pangan merupakan dua fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri dan tidak mudah bergantung pada negara lain.
Ia menilai pembangunan PLTS, pengurangan impor BBM, penguatan industri kendaraan listrik hingga pengembangan rantai pasok nasional memiliki semangat yang sama dengan agenda swasembada pangan, yakni mengoptimalkan sumber daya dan kekuatan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
“Indonesia harus berani membangun kekuatan dari dalam negeri. Kemandirian energi harus berjalan beriringan dengan kemandirian pangan. Kalau kebutuhan energi dan pangan dapat kita penuhi dengan kekuatan sendiri, maka fondasi kedaulatan ekonomi nasional akan semakin kuat,” ujar Nikson.
Nikson juga menilai salah satu capaian penting pemerintahan Prabowo–Gibran adalah kemajuan agenda swasembada pangan nasional. Menurutnya, kedaulatan pangan harus dimulai dengan menempatkan petani sebagai aktor utama dalam pembangunan pertanian.
Karena itu, kebijakan pemerintah dalam memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau serta memperbaiki distribusi pupuk ke berbagai daerah dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Jika kita ingin Indonesia menjadi negara yang makmur dan mampu mencapai swasembada pangan, syarat utama yang tidak bisa dihindari adalah memastikan para petani kita sejahtera,” kata Nikson.
Ia menegaskan, pupuk yang terjangkau dari sisi harga dan mudah diakses petani, distribusi yang merata ke seluruh wilayah, serta ketersediaan stok yang cukup di setiap lini akan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Bagi GEKIRA, swasembada pangan bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Lebih dari itu, swasembada pangan merupakan bagian dari strategi membangun ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Menurut Nikson, ketika petani memperoleh kepastian produksi, akses pupuk, dukungan teknologi, infrastruktur pertanian, pasar dan harga yang memberikan keuntungan layak, maka sektor pertanian akan menjadi kekuatan ekonomi yang semakin besar.
“Kedaulatan pangan sejatinya dimulai dari kesejahteraan petani. Hari ini langkah awal yang optimistis telah dimulai oleh Presiden Prabowo. Kita harus memastikan kebijakan tersebut terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani dan masyarakat,” tegasnya.
GEKIRA berpandangan bahwa energi dan pangan harus menjadi dua sektor strategis yang dibangun secara simultan. Energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor, sementara swasembada pangan dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap gejolak ekonomi global.
Dengan demikian, percepatan transisi energi, penguatan industri nasional, pengembangan kendaraan listrik, serta pencapaian swasembada pangan diharapkan menjadi bagian dari satu visi besar pemerintahan Prabowo–Gibran untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat dan sejahtera.







