Kampiunnews|Batam – Wajah baru Kota Batam mulai dipersiapkan dari kawasan Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung. Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Monumen Simpang Barelang yang diproyeksikan menjadi salah satu landmark baru sekaligus memperkuat identitas visual Kota Batam.
Monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) tersebut dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC).
Kehadiran monumen ini tidak hanya diarahkan sebagai elemen estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan strategis di Kota Batam. Area yang ditata memiliki luas sekitar 7.850 meter persegi, dengan konsep yang menggabungkan bangunan utama dan penataan lanskap di sekitarnya.
Penataan kawasan akan dilengkapi sejumlah elemen, mulai dari planter box, plaza, hardscape hingga softscape berupa hamparan rumput. Konsep tersebut diharapkan membuat kawasan Simpang Barelang tampil lebih tertata, nyaman dan memiliki karakter yang kuat.
Selain itu, proyek juga dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV serta fasilitas penyiraman taman. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan membuat kawasan monumen semakin representatif, termasuk ketika malam hari.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan dan penataan kawasan Kota Batam.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).
Amsakar menjelaskan, persiapan pekerjaan di lokasi, termasuk pemagaran kawasan, telah dimulai sejak 11 September 2026.
Menurutnya, pembangunan Monumen Simpang Barelang menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha untuk menghadirkan kawasan Batam yang semakin tertata sekaligus memiliki identitas kota yang kuat.
Penataan tersebut juga diharapkan memberikan nilai tambah terhadap citra Batam sebagai kota industri, investasi dan pariwisata.
Dengan hadirnya Bundaran Ufuk Selatan, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai titik pertemuan arus lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.
“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan,” kata Amsakar.
Ia menegaskan, pembangunan tetap harus memperhatikan aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas dan kelestarian lingkungan.
“Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.
Pembangunan Bundaran Ufuk Selatan diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat penataan ruang sekaligus menghadirkan wajah baru Batam yang semakin modern, tertata dan memiliki daya tarik bagi investor maupun wisatawan.







