Kampiunnews|Batam – Pengembangan industri berbasis energi hijau dan teknologi tinggi menjadi salah satu langkah strategis BP Batam untuk memperkuat daya saing investasi. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan bersama PT Galang Bumi Industri untuk pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park di Pulau Galang, Batam, Rabu (28/10/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Marketing Center BP Batam itu dilakukan langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi percepatan investasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus membangun ekosistem industri berkelanjutan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk mempercepat proses perizinan dan realisasi investasi di Batam.
“Batam sudah mendapat atensi langsung dari Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan perizinan berusaha. Dengan Nota Kesepakatan ini, mari kita sama-sama membangun komitmen untuk mempercepat prosesnya,” ujar Amsakar.
Menurutnya, Batam semakin memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi. Karena itu, keterlibatan investor asing yang digandeng Wiraraja Group diharapkan dapat memperluas promosi iklim investasi Batam sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan BP Batam.
Investasi Batam Tembus Rp59,89 Triliun
Amsakar menyebutkan, realisasi investasi Batam hingga Triwulan III 2026 telah mencapai Rp59,89 triliun dari target Rp70 triliun sepanjang tahun ini.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,28 persen. Capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta mempercepat pelaksanaan proyek-proyek strategis.
Menurut Amsakar, pengembangan PSN Wiraraja memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar terhadap energi bersih dan industri berteknologi tinggi. Proyek ini juga diharapkan melengkapi pengembangan PSN lainnya di Batam, termasuk Rempang Eco City.
“Kami juga yakin PSN Wiraraja ini akan komplementer dengan PSN lainnya, yaitu Rempang Eco City yang dikembangkan di Batam,” kata Amsakar.
Sinergi antarkawasan tersebut diharapkan dapat membentuk rantai industri yang saling mendukung, memperkuat konektivitas investasi, dan meningkatkan posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi serta industri berorientasi ekspor.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyampaikan bahwa pembangunan tahap pertama PSN Kawasan Industri Wiraraja akan dilakukan di atas lahan seluas 150 hektare di Pulau Galang.
Proyek tersebut diproyeksikan menyerap hingga ribuan tenaga kerja dan mengembangkan ekosistem industri bernilai tambah. Salah satu sektor yang disiapkan adalah hilirisasi pasir silika yang terintegrasi dengan pengembangan industri semikonduktor.
Pengembangan tersebut diharapkan mendukung agenda hilirisasi nasional, memperkuat industri teknologi tinggi, serta membuka peluang bagi tumbuhnya investasi baru dalam rantai pasok industri strategis Indonesia.
“Proyek PSN di Galang ini sudah bisa terealisasi dan dibangun di awal tahun 2027. Harapan kami, BP Batam dapat terus mendukung kerja sama ini agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana,” ujar Ma’ruf.
Sebagai bagian dari komitmen pengembangan kawasan, PT Galang Bumi Industri juga berencana membangun infrastruktur pendukung, termasuk jalan, yang nantinya akan dihibahkan kepada BP Batam.
“Semoga BP Batam dapat terus mendukung pembangunan tersebut untuk menjadikan Batam sebagai kawasan investasi yang berdaya saing,” harapnya.
Penandatanganan Nota Kesepakatan ini menjadi langkah awal yang perlu ditindaklanjuti dengan kepastian perizinan, kesiapan infrastruktur, jadwal pembangunan yang terukur, serta komitmen pelaksanaan investasi.
Dengan rencana pembangunan tahap pertama pada awal 2027, keberhasilan PSN Wiraraja tidak hanya akan diukur dari besarnya nilai investasi dan luas kawasan yang dikembangkan, tetapi juga dari realisasi pembangunan, penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta penerapan standar lingkungan yang bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, BP Batam berharap PSN Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park dapat berkembang sesuai tahapan yang direncanakan dan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri hijau yang kompetitif, inovatif, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan masyarakat.







