Kampiunnews|Kupang – Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi pembinaan atlet muda. Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang berupaya mencari jalan keluar agar pembinaan tetap berjalan, menyusul kendala pendanaan Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026.
Hal itu mengemuka dalam audiensi pengurus IPSI Kota Kupang dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., di ruang kerja Wakil Wali Kota, Senin (26/10/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi konsep kejuaraan, kebutuhan anggaran, serta alternatif pelaksanaan kegiatan sesuai kemampuan pendanaan.
Serena mendorong IPSI mengkaji kembali sejumlah komponen, mulai dari lokasi, durasi kegiatan, hingga jumlah kategori yang dipertandingkan. Efisiensi dinilai perlu dilakukan agar tujuan utama kejuaraan, yakni menjaring bakat dan meningkatkan prestasi atlet, tetap dapat dicapai.
“Kita coba mencari jalan tengah. Kalau memang anggarannya terbatas, kita bisa melakukan efisiensi, baik dari sisi tempat, durasi kegiatan maupun kategori yang dipertandingkan. Pemerintah Kota Kupang juga akan melihat bentuk dukungan yang bisa diberikan, misalnya untuk kebutuhan tenda, kursi, dan konsumsi panitia,” ujar Serena.
Ia menjelaskan, usulan pengalokasian anggaran kejuaraan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang akan disampaikan kepada Wali Kota Kupang untuk dievaluasi dan dipertimbangkan dalam penyusunan program tahun berikutnya.
Menurut Serena, keberlanjutan pembinaan harus menjadi prioritas bersama. Kejuaraan bukan semata-mata ajang perebutan medali, tetapi juga sarana mengukur kemampuan atlet, menemukan potensi baru, dan mempersiapkan pesilat muda menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Yang terpenting, semangat pembinaan jangan sampai berhenti. Kita perlu memastikan anak-anak yang memiliki bakat mendapat kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Kota Kupang,” tegasnya.
Serena juga menekankan bahwa pencak silat memiliki nilai penting sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya Indonesia. Disiplin, keberanian, sportivitas, dan penghormatan kepada sesama merupakan nilai yang perlu ditanamkan melalui pembinaan sejak usia dini secara berkelanjutan.
Kepala Dispora Kota Kupang, Martin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H., turut mendukung evaluasi rencana kejuaraan. Ia berharap IPSI menyusun kembali rincian kebutuhan anggaran dan mempertimbangkan penyesuaian kategori pertandingan agar kegiatan dapat diupayakan sesuai kemampuan pendanaan.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Kupang, Adrianus Tali, menjelaskan bahwa Kejuaraan Wali Kota Cup II semula direncanakan berlangsung pada 28–31 Oktober 2026. Panitia telah dibentuk sejak Mei 2026 dan proposal kegiatan telah diajukan. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.
Adrianus menyebutkan, dana yang telah diterima melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebesar Rp25 juta, sedangkan kebutuhan penyelenggaraan diperkirakan mencapai Rp200 juta. Kejuaraan tersebut dirancang untuk mempertandingkan kategori usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.
“Kami berharap Kejuaraan Wali Kota Cup ini dapat dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan atlet dan persiapan menghadapi kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi. Namun, dengan kondisi anggaran yang tersedia saat ini, kami perlu melakukan evaluasi kembali terhadap rencana pelaksanaannya,” jelas Adrianus.
Jika kejuaraan tidak dapat terlaksana sesuai rencana awal, IPSI akan mengarahkan dana yang tersedia untuk mendukung pembinaan lanjutan atlet pencak silat di Kota Kupang sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam audiensi tersebut, Adrianus juga menyampaikan hasil pencak silat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Dari target tiga medali emas pada kategori tunggal serta nomor tanding putra dan putri, atlet Kota Kupang meraih satu medali perak dan lima medali perunggu.
Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas latihan, memperkuat persiapan atlet, dan memperbaiki capaian pada kompetisi berikutnya.
IPSI juga mengusulkan agar anggaran penyelenggaraan Kejuaraan Wali Kota Cup pada tahun-tahun mendatang dapat dialokasikan melalui Dispora. Dengan demikian, koordinasi, evaluasi, dan pemantauan program olahraga diharapkan lebih terarah, sementara KONI dapat lebih berfokus pada pembinaan cabang olahraga.
Audiensi itu turut dihadiri Sekretaris IPSI Kota Kupang Fakhruddin Prasong, Bendahara Yeyen Ngamal, pelatih Bobi Boimau, serta Iwan Selan selaku wasit dan juri.
Di tengah keterbatasan anggaran, evaluasi Wali Kota Cup II menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan IPSI untuk menentukan langkah yang realistis. Tantangannya bukan hanya menyelenggarakan kejuaraan, melainkan memastikan atlet muda tetap memperoleh ruang berlatih, bertanding, dan berkembang demi prestasi olahraga Kota Kupang.







