Kampiunnews|Jakarta – Pembinaan sepak bola usia dini menjadi salah satu fondasi penting untuk melahirkan pemain profesional berkualitas. Di tengah kesibukannya menangani Persija Jakarta, Shin Tae-yong tetap menunjukkan komitmennya terhadap masa depan sepak bola Indonesia dengan terlibat dalam program LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026.
Mantan pelatih Timnas Indonesia periode 2020–2025 itu hadir sebagai Special Guest Coach untuk mendampingi 40 talenta muda terpilih. Dalam program tersebut, Shin bekerja bersama dua mantan pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan dan Atep Rizal, yang bertugas sebagai pelatih utama.
Shin menilai program pembinaan sejak usia dini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, mempelajari teknik yang benar, serta mendapatkan pengalaman berlatih bersama pelatih berpengalaman.
“Sebenarnya, saya sangat berterima kasih. Acara seperti ini memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sejak kecil, dan juga memberi mereka kesempatan untuk berlatih bersama pelatih-pelatih yang baik,” kata Shin Tae-yong.
Menurut Shin, pembinaan usia dini tidak cukup hanya mengandalkan bakat. Anak-anak perlu mendapatkan pelatihan yang terarah, konsisten, dan sesuai tahap perkembangan mereka. Penguasaan teknik dasar sejak awal akan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan dan membentuk karakter sebagai pemain profesional.
LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 merupakan penyelenggaraan edisi kedua. Program ini diawali dengan pencarian bakat melalui kunjungan ke sejumlah sekolah di wilayah Jabodetabek, kemudian dilanjutkan dengan seleksi kemampuan sepak bola bersama Ismed dan Atep.
Para peserta diuji melalui keterampilan dasar, mulai dari passing, dribbling, hingga shooting. Dari proses tersebut, sebanyak 70 anak terpilih melanjutkan seleksi di Soccerfield, Bogor, sebelum akhirnya 40 pemain dinyatakan lolos ke tahap pembinaan berikutnya.
Seleksi lanjutan meliputi berbagai tes fisik dan teknik, seperti agility hurdles and cones, sprint, inside-outside dribble, serta precision shooting. Penilaian dilakukan oleh Ismed dan Atep dengan masukan dari Shin Tae-yong.
“ Tahun ini, kami melanjutkan campaign dengan mengusung kembali tema sepak bola karena besarnya potensi dan animo masyarakat Indonesia pada sepak bola. Seperti tahun sebelumnya, program ini bertujuan untuk membina dan mendukung anak-anak yang bercita-cita menjadi pemain profesional. Melalui program ini, kami memberikan mereka bantuan praktis untuk mencapai impian dan harapan mereka,” jelas Lee Chulwong, representatif Daehong Indonesia.
Ke-40 pemain terpilih kemudian dibagi menjadi empat tim, yakni Tim Macan, Tim Harimau, Tim Elang, dan Tim Rajawali. Masing-masing tim beranggotakan 10 pemain. Ismed menangani Tim Elang dan Tim Rajawali, sedangkan Atep melatih Tim Macan dan Tim Harimau.
Selama program berlangsung, para peserta mengikuti pelatihan intensif yang mencakup penguasaan teknik, pemahaman taktik, serta sesi khusus bersama Shin Tae-yong. Berbagai tantangan kompetitif juga disiapkan untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun mental bertanding para pemain muda.
Setelah menjalani rangkaian latihan, keempat tim akan bersaing dalam kompetisi mini. Program ini menyediakan total hadiah hingga ratusan juta rupiah, termasuk penghargaan bagi juara dan runner-up serta kategori individu, seperti Best Player, Best Goalkeeper, Top Scorer, dan dua Most Improved Player dari masing-masing pelatih.
Rangkaian kegiatan juga akan ditutup dengan Fun Match yang mempertemukan All-Stars Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 dengan All-Stars Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025.
Shin berharap program semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi sepak bola nasional. Menurutnya, pembinaan yang sistematis sejak usia dini akan membantu anak-anak memahami permainan secara lebih baik dan meningkatkan peluang mereka untuk berkembang menjadi pemain berkualitas.
“Melalui acara ini, saya berharap para pemain muda kita bisa belajar dengan sistem yang terarah sejak usia dini. Karena pada usia seperti ini, cara mereka mempelajari dasar-dasar sepak bola akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka bisa menjadi pemain yang hebat ketika dewasa nanti,” ujar Shin.
Keterlibatan Shin Tae-yong dalam program tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelatih berpengalaman, mantan pemain profesional, dunia pendidikan, dan pihak swasta dalam membangun ekosistem sepak bola usia dini.
Ke depan, pembinaan talenta muda perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui kompetisi dan seleksi, tetapi juga dengan menyediakan akses latihan berkualitas, pendampingan pelatih, fasilitas yang memadai, serta jalur pengembangan yang jelas menuju sepak bola profesional.
Dengan fondasi yang kuat sejak usia dini, Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi pemain yang tidak hanya unggul secara teknik dan taktik, tetapi juga memiliki disiplin, mental bertanding, dan daya saing di tingkat internasional.







