Kampiunnews|Batam – Konektivitas udara Batam dengan Malaysia semakin luas melalui pembukaan rute penerbangan langsung Batam–Penang, Minggu (18/10/2026). Rute baru ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan pariwisata dan investasi lintas negara.
Pembukaan rute tersebut ditandai dengan Inauguration Ceremony yang dihadiri Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Penerbangan ini merupakan hasil kolaborasi PT Bandara Internasional Batam dan Batik Air Malaysia, dengan jadwal operasional tiga kali sepekan.
Pada penerbangan perdana, pilot, awak kabin, dan penumpang disambut melalui prosesi pengalungan bunga di Gate A1 Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Acara tersebut turut dihadiri Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Annang Setia Budhi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, serta perwakilan asosiasi kepariwisataan.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pembukaan rute ini menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendukung peningkatan pelayanan perizinan di Batam.
Menurutnya, pengembangan konektivitas tersebut berlangsung seiring penguatan kewenangan BP Batam melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025. Regulasi tersebut mencakup penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, perizinan berusaha berbasis risiko, serta perluasan wilayah kerja KPBPB Batam.
“Pembukaan rute ini menjadi momentum yang baik bagi BP Batam untuk mendukung peningkatan pelayanan perizinan,” ujar Ariastuty.
Ia berharap penambahan pilihan transportasi udara tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah dan membuka peluang baru bagi sektor pariwisata serta investasi.
“ Kami berharap tidak hanya pilihan transportasi udara yang bertambah, tetapi juga hubungan ekonomi lintas negara menguat dan peluang baru bagi pertumbuhan pariwisata serta investasi di Batam semakin terbuka,” katanya.
Sementara itu, Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, menilai penerbangan langsung Batam–Penang akan mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di kedua wilayah.
Peluang kerja sama ekonomi dinilai semakin terbuka karena Malaysia termasuk dalam lima besar negara investor di Batam pada 2025, berdasarkan data BP Batam.
“Penguatan akses udara diharapkan dapat mendukung perluasan jejaring bisnis serta membuka peluang investasi baru,” kata Dendi.
Dari sisi pariwisata, Batam memiliki potensi pasar yang besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat sekitar 1,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara masuk melalui Batam sepanjang 2025.
Jumlah tersebut menyumbang 79,58 persen dari total sekitar 2 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepulauan Riau. Batam juga berada di posisi ketiga di antara pintu masuk bandara utama wisatawan mancanegara di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.
Dengan beroperasinya rute Batam–Penang, akses perjalanan antara kedua wilayah diharapkan semakin mudah. Konektivitas baru ini juga menjadi peluang bagi Batam untuk memperluas pasar wisatawan, memperkuat jejaring bisnis, dan meningkatkan daya tarik investasi di tingkat regional maupun internasional.







