Kampiunnews|Batam – Kehadiran kapal buku terapung Doulos Hope di Batam menambah pilihan wisata edukasi sekaligus memperkuat potensi kota ini sebagai destinasi wisata maritim yang terbuka bagi pengunjung internasional.
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menghadiri peresmian dan pembukaan kapal buku terapung Doulos Hope di Pelabuhan Bintang 99 Batam, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut mencakup pengenalan fasilitas kapal, perkenalan kru dari berbagai negara, serta pembukaan perpustakaan di atas kapal. Pengunjung berkesempatan menikmati beragam bacaan sekaligus memperluas wawasan dan mengenal keberagaman budaya.
Doulos Hope dikelola oleh lembaga amal asal Jerman dan didukung 186 kru dari 38 negara. Kapal ini membawa sekitar 2.000 judul buku, mulai dari bacaan edukatif hingga berbagai koleksi pengetahuan yang dapat diakses pengunjung.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengapresiasi kehadiran Doulos Hope yang dinilai memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata Batam, khususnya melalui perpaduan pengalaman wisata dan edukasi.
“Kami mengapresiasi kehadiran Doulos Hope di Batam. Selain menghadirkan pengalaman edukatif melalui buku, kunjungan ini turut memperkaya pilihan wisata dan memperkenalkan potensi Batam sebagai kota yang terbuka terhadap kunjungan internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Director Doulos Hope, Trizenia September, berharap perpustakaan terapung tersebut dapat memudahkan masyarakat mengakses buku dan memperluas pengetahuan melalui beragam bacaan yang tersedia.
Kehadiran Doulos Hope juga memperlihatkan peluang Batam sebagai persinggahan kapal internasional yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Selain wisata bahari dan maritim, wisata edukasi dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Dengan dukungan fasilitas pelabuhan dan beragam potensi wisata yang dimiliki, Batam berpeluang terus memperluas daya tariknya di tingkat internasional. Kehadiran kapal buku terapung ini diharapkan menjadi salah satu pengalaman wisata yang mendorong masyarakat semakin dekat dengan buku, pengetahuan, dan keberagaman budaya.







