Kampiunnews|Seoul – BP Batam terus memperluas jejaring investasi internasional dengan membidik peluang bisnis baru di Korea Selatan. Melalui partisipasi dalam South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, BP Batam mendorong pengembangan investasi di sektor penerbangan, logistik, infrastruktur, dan industri berteknologi tinggi.
Langkah ini sejalan dengan lonjakan realisasi investasi Korea Selatan di Batam pada semester I 2026 yang mencapai Rp1,175 triliun atau sekitar USD65,1 juta. Capaian tersebut memperkuat posisi Korea Selatan sebagai salah satu investor asing utama di Batam, sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan yang semakin terintegrasi dengan rantai pasok global.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Aleks Zulkarnain, serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara BP Batam, Kurnia Budi.
Kehadiran jajaran BP Batam ini diarahkan untuk memperkuat promosi investasi, tata kelola, serta pengembangan bisnis Bandara Internasional Hang Nadim sebagai salah satu penggerak ekonomi Batam.
Berdasarkan olahan data BKPM/LKPM yang dipaparkan BP Batam, realisasi investasi Korea Selatan pada semester I 2026 mencapai Rp1,175 triliun. Nilai tersebut sekitar 34,1 kali lipat dibandingkan realisasi sepanjang 2025 sebesar Rp34,41 miliar, dengan pertumbuhan 4.169,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menempatkan Korea Selatan sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam, dengan kontribusi 6,60 persen terhadap total penanaman modal asing (PMA).
Struktur investasinya juga menunjukkan perubahan signifikan. Jika pada 2025 investasi Korea Selatan tersebar di sektor perikanan, alat transportasi, mesin dan elektronik, serta kimia dan farmasi, pada semester I 2026 sekitar Rp1,170 triliun atau 99,6 persen terkonsentrasi pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, terutama melalui PT Bandara Internasional Batam.
Momentum tersebut dimanfaatkan Fary Djemy Francis saat menjadi pembicara dalam South Korea Aero Summit 2026 pada 21–22 Oktober 2026. Dalam forum itu, ia memperkenalkan potensi investasi di industri penerbangan, perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO), kargo udara, serta industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.
“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ungkap Fary dalam catatannya menjelang kunjungan ke Korea Selatan.
Menurutnya, pengembangan Hang Nadim tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas bandara, tetapi juga harus terhubung dengan kawasan industri, jaringan logistik, dan rantai pasok global. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta kepercayaan investor menjadi fondasi penting untuk menciptakan investasi yang berkelanjutan.
Selain menghadiri forum penerbangan, delegasi BP Batam bertemu dengan KBRI Seoul dan diterima Wakil Duta Besar RI, Ali Andika Wardhana. Pertemuan tersebut membahas identifikasi perusahaan Korea Selatan yang berpotensi berekspansi ke Batam, fasilitasi pertemuan bisnis, serta peluang kunjungan calon investor untuk melihat langsung potensi kawasan.
Sejumlah sektor menjadi sasaran penjajakan, antara lain elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, penerbangan, logistik, serta teknologi digital.
Peluang tersebut didukung posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, keberadaan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta 31 kawasan industri yang menjadi bagian dari ekosistem investasi dan manufaktur.
Rangkaian kunjungan BP Batam pada 20–24 Oktober 2026 juga mencakup pembelajaran mengenai pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon, Korea Selatan. Langkah ini diharapkan menjadi referensi dalam memperkuat ekosistem Bandara Internasional Hang Nadim sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan investasi regional.
Melalui diplomasi investasi tersebut, BP Batam berupaya mengubah jejaring internasional menjadi kerja sama bisnis dan proyek konkret yang memberikan dampak terhadap penguatan industri, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
BP Batam — Investasi Maju, Batam Melaju.







