Catatan Pojok: Fary Francis dari Aspire Academy Qatar. 22/5,2023
Kampiunnews | Qatar – Mulai hari ini sampai dua minggu ke depan, saya akan berada di tempat ini ASPIRE ACADEMY QATAR bersama tim Persib Garudayaksa Academy Indonesia. Saya dan tim akan menyusun program bersama untuk akademi sepak bola Garudayaksa. Pendiri dan sekaligus Pembina akademi Garudayaksa, Bapak Prabowo Subianto menugaskan kami untuk belajar, menyelami keunggulan Aspire Academy Qatar, dan menemukan praktik-praktik terbaik yang bisa diterapkan dan dijalankan di Indonesia. Salah satu fokus kami adalah pada pencarian bibit (talent scouting) dan sport science untuk menghasilkan garuda emas piala dunia. Dalam penugasan ini, saya dipercayakan sebagai head of delegation Garudayaksa FC Academy Indonesia.
Berguru ke Qatar
Mengapa kami mesti ke Aspire Academy Qatar? Sejak tahun 2004, Pemerintah Qatar mengeluarkan sekitar 14 trilyun demi proyek ambisius dalam bidang olahraga. Hasilnya? Di bidang sepakbola, Tim Nasional U19 Qatar berhasil meraih gelar juara pada kompetisi AFC U19 di Myanmar pada 2014. Timnas senior mereka juga menjadi juara Piala Asia 2019 di Uni Emirat Arab.
Salah satu program unggulan dari Akademi Aspire ini adalah Aspire Football Dream (AFD). Pada program ini, Aspire mencari mutiara-mutiara sepak bola terbaik di seluruh belahan dunia, utamanya yang berasal dari negara-negara berkembang. Peserta didiknya diberikan beasiswa dan kehidupan yang layak, seperti akomodasi, makanan, pendidikan, hingga biaya bulanan bagi keluarga penerima beasiswa dari Pemerintah Qatar.
Di dalam Akademi Aspire ini, mereka akan dilatih oleh para pelatih terbaik yang berpengalaman di kesebelasan-kesebelasan top Eropa dan fasilitas olahraga berstandar tinggi. Tujuan utama program AFD ini adalah untuk meningkatkan kualitas yang ada pada akademi, sehingga pemain berbakat yang berasal dari Qatar mampu bersaing dan menaikkan level kompetisi dengan cara berkompetisi dengan pemain-pemain berbakat dari seluruh belahan dunia.
Pada pagelaran kompetisi Piala Asia 2019, skuat Qatar didominasi oleh pemain muda, dengan rataan usia pemain 25 tahun. Tentu banyak nama muda yang melejit, yang kemudian menjadi line up tim nasional Qatar pada Piala Dunia 2022 lalu. Nama yang paling bersinar dari alumnus Aspire ini tentu Almoez Ali. Pemain berusia 22 tahun yang mencetak rekor baru pada Piala Asia 2019 lalu sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol dalam satu edisi Piala Asia dengan 9 gol. Capaian ini melampaui legenda Iran, Ali Daei, serta mampu menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Pemain Terbaik dan Top Skor Piala Asia 2019.
Selain itu ada juga nama lain yakni Akram Afif yang mencetak gol di final Piala Asia 2019. Saat ini dia bermain untuk Al-Sadd dan dipinjamkan dari Villarreal. Almoez Ali dan Akram Afif merupakan bukti bagaimana Akademi Aspire mampu menelurkan bakat-bakat potensial dengan segala kualitas dan kelengkapan infrastruktur yang mereka miliki.
Memiliki sejarah yang kurang mentereng pada level Asia dan Dunia, Qatar tentu tidak main-main dalam mempersiapkan diri untuk berlaga di Piala Dunia 2022 lalu. Dengan perencanaan, pengembangan, serta pembinaan yang berkualitas, sedikit demi sedikit, Aspire mampu menjadi penyuplai pesepakbola berkualitas ke Tim Nasional Qatar.
Apabila kita tengok ke belakang, Qatar sendiri bukanlah salah satu tim elite di kompetisi Asia. Jadi apa yang dicapai Qatar pada Kompetisi AFC U19 2014 dan Piala Asia 2019 silam itu di luar ekspektasi dan mengejutkan banyak pihak tentunya. Namun hal ini juga menjadi bukti bahwa Aspire berada di jalur yang tepat. Sebab investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Qatar tidaklah sia-sia. Melalui Aspire Academy, mereka benar-benar terlihat serius memajukan sepakbola dari akar rumput. Hasilnya tentu tidak instan. Setidaknya sudah 15 tahun sejak 2004, Qatar akhirnya mampu menjadi juara Asia pada 2019.
Keberhasilan Qatar melahirkan prestasi dari cabang sepak bola adalah inspirasi untuk Indonesia. Dengan semangat yang besar, investasi yang sungguh-sungguh, pembinaan yang terukur, iklim academy yang kondusif, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mengikuti jejak Qatar. Semangat dan spirit inilah yang membawa kami Garudayaksa fc Academy Indonesia dan tim bisa menjejakkan kaki di Aspire Academy Qatar.
Spirit Sepak Bola Prabowo
Akademi sepak bola Garudayaksa hadir dari spirit besar sang pendiri Bapak Prabowo Subianto yang melihat sepak bola sebagai harga diri bangsa. Karena menyangkut harga diri bangsa, maka sepak bola itu penting dan massif. Di dalam dan melalui sepak bola ada harga diri bangsa dan rakyat Indonesia. Satu kerinduan terbesar Bapak Prabowo adalah ingin menyaksikan tim nasional Indonesia beraksi di Piala Dunia dan berprestasi.
Untuk sampai ke sana, pada awal tahun 2022 sudah mulai digulir Nusantara Open. Ini adalah turnamen yang mempertemukan akademi-akademi terbail sepak bola dari seluruh Indonesia. Para pemain terbaik dari setiap akademi diseleksi. Tim juara ditambah para pemain terbaik yang terseleksi itu diberi kesempatan untuk belajar di Qatar, di Aspires Academy ini.
Bagi Bapak Prabowo Subianto, akademi sepak bola adalah peluang terbaik untuk menciptakan para pesepak bola handal yang bisa bersaing menuju Piala Dunia. Akademi sepak bola adalah nafas penting kehidupan sepak bola. Akademi harus dikemas professional, detail dan suistanable. Mesti juga tertata, digitized dan international level.
Melalui Akademi Sepak Bola Garudayaksa, Bapak Prabowo Subianto sedang merintis akademi yang tertata professional dengan produk internasional: berkelas, berkarakter, strong mentality dan mampu bersaing. Garudayaksa diharapkan dapat memproduksi pemain-pemain hebat dengan predikat generasi emas. Untuk itulah, merumput sejenak di Aspire Academy adalah
momentum berharga. Mengapa? Aspire Today Inspire Tomorrow (hari ini di ASPIRE untuk menginspirasi besok/masa depan). Ini motto Aspire Academy Qatar. Kiranya, Aspire menginspirasi Garudayaksa Academy untuk wujudkan generasi emas sepak bola Indonesia.






