Kampiunnews|Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mendorong penguatan sistem pembinaan sepak bola usia dini sebagai fondasi prestasi nasional. Upaya tersebut didukung oleh Asosiasi Pembina Sepakbola Usia Muda Seluruh Indonesia (APSUMSI) yang konsisten berperan sebagai wadah pembinaan akar rumput melalui kompetisi berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelepasan Timnas Pelajar Indonesia APSUMSI U-17 yang akan berlaga di Turnamen Guangdhong 2026, China. Pelepasan dilakukan oleh Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Raden Isnanta, di Kantor APSUMSI, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).
Acara pelepasan dihadiri para pelatih dan ofisial tim, operator kompetisi usia dini yang bernaung di bawah APSUMSI, serta seluruh pemain Timnas Pelajar APSUMSI U-17. Turut hadir Ketua Umum APSUMSI Agus Riyanto, Sekretaris Jenderal Heriana, serta jajaran Pengurus Askot PSSI Jakarta Timur.
Turnamen U-17 di Guangdhong akan diikuti oleh tim-tim dari dua benua, Asia dan Eropa, dan menjadi ajang penting bagi para pemain muda Indonesia untuk mengukur kemampuan di level internasional.
Raden Isnanta mengapresiasi peran APSUMSI yang dinilainya telah menjadi wadah strategis bagi operator pelaksana kompetisi usia dini di Indonesia. Menurutnya, pembinaan yang ideal harus ditopang oleh frekuensi pertandingan yang memadai.
“Dalam teori pembinaan dan standar FIFA, pemain usia muda minimal harus menjalani 30 hingga 40 pertandingan atau kompetisi dalam satu tahun. APSUMSI bersama operator usia dini mencoba menjawab kebutuhan itu,” ujar Raden Isnanta.

Ia menambahkan, selama ini para operator telah memutar kompetisi dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional, bahkan melakukan uji coba internasional. Namun, APSUMSI melengkapinya dengan menambah level kompetisi internasional agar proses pembinaan menjadi lebih utuh.
“Dengan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan, tingkat kematangan anak-anak bangsa ini akan semakin kuat,” tegasnya.
APSUMSI sendiri merupakan organisasi yang beranggotakan para operator dan pembina sepak bola usia dini dari seluruh Indonesia. Organisasi ini telah merancang program pembinaan jangka panjang bagi pemain muda, sekaligus menjadi mitra strategis PSSI dan Kemenpora dalam pengembangan sepak bola nasional. Jumlah pembina usia dini yang berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di Indonesia bahkan diperkirakan mencapai 5.000 orang.
“Kalau sekarang belum menjangkau ribuan SSB untuk berkompetisi di Piala Menpora atau Piala APSUMSI, tahun ini level kompetisinya akan kita perbesar lagi,” ujar Raden Isnanta yang juga menjabat sebagai Pembina APSUMSI.
Menurutnya, keikutsertaan Timnas Pelajar APSUMSI U-17 di turnamen internasional merupakan langkah tepat, karena proses seleksi dilakukan secara berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional.
“Ini kesempatan emas bagi para pemain. Mereka bisa belajar teknik, taktik, strategi, hingga attitude dari peserta lain. Semua itu penting untuk membentuk atlet besar di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum APSUMSI Agus Riyanto menegaskan bahwa APSUMSI hadir untuk membantu pemerintah, khususnya Kemenpora dan PSSI, dalam penguatan pembinaan sepak bola usia muda.
“Hari ini kami melepas Timnas Pelajar U-17 ke Guangdhong, China. Harapan kami, mereka bisa membawa nama baik Indonesia dan mendapatkan pengalaman berharga di level internasional,” ujar Agus.
Ia juga mengungkapkan rencana APSUMSI untuk menggelar event nasional pada September 2026, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional. APSUMSI akan menyelenggarakan Piala Presiden U-10, U-12, dan U-14 di Lapangan Garudayaksa Academy, Bekasi. Para juara turnamen tersebut direncanakan akan berlaga di level internasional.
Agus menambahkan, keikutsertaan Timnas Pelajar APSUMSI U-17 di China merupakan undangan resmi dari pihak Guangdhong. Tim dipersiapkan dalam waktu relatif singkat melalui pemusatan latihan selama dua pekan, dengan pemain hasil seleksi dari berbagai daerah di Indonesia.
“Karena ini tim usia pembinaan, kami tidak memasang target juara. Yang terpenting adalah pengalaman, jam terbang, dan pembelajaran internasional untuk masa depan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.






