Kampiunnews|Jakarta – Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak Rabu (18/3), terutama pada malam hari, seiring tingginya mobilitas masyarakat yang meninggalkan Jakarta menuju berbagai daerah di Jawa. Kepadatan kendaraan terpantau di sejumlah ruas tol utama, termasuk Tol Jakarta-Cikampek, yang menjadi jalur favorit para pemudik.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Rabu malam usai memantau langsung kondisi lalu lintas di jalan tol.
“Malam hari ini kami menyusuri jalan tol. Kemungkinan kalau dibandingkan kemarin, puncak arus mudik mungkin malam ini. Dari tadi pagi hingga malam ini cukup padat,” ujarnya di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Jawa Barat, Kamis dini hari.
Berdasarkan pantauan hingga Rabu (18/3), ia menyebut sekitar 42 persen kendaraan telah keluar dari Jakarta.
“Kalau dibandingkan kemarin (Selasa, 17/3) itu 221 ribu kendaraan, Rabu malam ini proyeksinya adalah 250 ribuan kendaraan. Jadi, jumlah akhirnya masih kita tunggu nanti pukul 06.00 pagi,” katanya.
Selain itu, ia menambahkan, arus di jalan arteri mulai mengalami peningkatan sebagai dampak pemberlakuan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional di ruas tol KM 70 hingga KM 414. Meski demikian, kondisi lalu lintas di jalur tersebut masih terpantau relatif lancar.
Jenderal polisi bintang dua itu mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan. Pengemudi kendaraan pribadi diminta menjaga kondisi fisik dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Manakala capek, silakan istirahat di rest area atau bisa keluar tol untuk beristirahat. Yang paling terpenting dalam perjalanan mudik ini adalah keselamatan,” ujarnya.
Ia juga memastikan kehadiran Polisi Lalu Lintas untuk mendampingi pemudik agar perjalanan tetap aman dan lancar.
“Senyum Polantas adalah markah utama. Kami hadir untuk membersamai para pemudik. Polantas hadir untuk menemani rekan-rekan kita yang mudik,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan di Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis dini hari, antrean kendaraan yang didominasi mobil pribadi mulai padat merayap sejak KM 7 hingga KM 29.






