Kampiunnews | Jakarta – Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) meminta dalam menyikapi fenomena juru parkir (jukir) liar di minimarket, Pemda Jakarta hendaknya melakukan pembinaan, dan bukan pemusnahan. Demikian ditegaskan Ketum Aspeparindo Irfan Januar, S.Psy., dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (13/5/24).
Aspeparindo berpendapat, jika Pemda DKI Jakarta tetap memaksakan niatnya memberantas jukir liar di minimarket tanpa solusi, maka dipastikan akan ada 14 ribu orang pengangguran baru.
Jumlah tersebut, menurut Irfan, merupakan kalkulasi, jika 7 ribu minimarket yang tersebar di seluruh Jakarta saat ini masing-masing ada 2 orang jukir, maka total 14 ribu akan kehilangan pekerjaannya. “Ini tidak boleh terjadi, dan Pemda DKI harus mencari solusi,” tandasnya.
Dia memprediksi, tidak ada jukir, pasti maling motor meningkat. “Betul, bahwa ada satu dua tukang parkir yang berengsek, tapi bukan berarti semua jukir berengsek. Jujur, meski bagaimana pun, minimarket sangat membutuhkan tukang parkir untuk keamanan dan kenyamanan pengunjungnya,” kata dia.
Menurut Irfan, antara Jukir, pemilik minimarket dan pengendara (pemilik kendaraan), itu simbiosis mutualisme. Hubungan yang saling menguntungkan. Di minimarket, pengendara merasa aman, sementara jukir mendapatkan penghasilan sekaligus membuka lapangan kerja. Jika di manage dengan benar dan dan diterbitkan perizinan, Pemda pun akan dapat pajak parkir yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Seharusnya, pemerintah melegalkan mereka, seperti jukir yang bertugas di badan jalan. Atau menunjuk pihak ke tiga untuk mengelola,” papar Irfan.

Menyinggung soal Sumber Daya Manusia (SDM) yang dirasa minim, Aspeparindo meminta, agar pemerintah memfasilitasi pelatihan-pelatihan, yang bekerjasama dengan asosiasi parkir dan diberikan sertivikasi resmi. Sehingga jukir mengerti SOP parkir dan tidak melakukan kegiatan yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.
Di tempat sama, Sekjen Aspeparindo Taufiq Rachman meminta, agar Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo main tuding semua jukir di minimarket adalah liar. Karena faktanya, banyak dari mereka dikutip setoran oleh petugas Unit Pengelola Perparkiran (UPP) Dishub DKI Jakarta. “Kan ada setoran, kok dibilang liar?” tanya Taufiq.
Sebaiknya, tandas Taufiq, memeriksa dulu aparatnya yang ada di Satpel (Satuan pelaksana) UPP, di semua wilayah, yang diduga mengutip setoran para jukir di minimarket.
Sebagaimana ramai diberitakan belakangan ini, Pemda, dalam hal ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memberantas jukir liar yang ada di minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart. Kadishub mengancam akan menangkap para jukir liar tersebut dan menyidangnya di tempat, dengan melibatkan aparat hukum.






