Kampiunnews I Jakarta – Sejumlah perusahaan sudah mengumumkan kinerja yang dicapai pada tahun 2023. Demikian juga PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) yang memfokuskan usahanya pada aktivitas pensiunan.
Pada tahun lalu, perusahaan itu mencatat laba sebesar Rp 1,41 triliun sepanjang periode 2023. Laba tersebut meningkat 16,9% secara tahunan (YoY).
Peningkatan laba yang cukup besar itu seiring dengan pertumbuhan kredit yang diperoleh anak usaha Bank Mandiri tersebut yang mencapai Rp 41,3 triliun. Pada tahun sebelumnya, kredit Bank Mantap senilai Rp 36,9 triliun.
Di sisi lain, portofolio kredit ritel lainnya milik Bank Mantap justru mengalami koreksi sekitar 17,7% YoY. Nilainya dari semula sekitar Rp 540 miliar kini menjadi sekitar Rp 440 miliar.
Perolehan total kredit tersebut pun turut mendongkrak pendapatan bunga bersih yang juga turut naik menjadi Rp 3,3 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun sebelumnya, pendapatan bunga bersih Bank Mantap senilai Rp 3,2 triliun.
Di sisi lain, pendapatan non bunga yang dicatatkan Bank Mantap justru terkoreksi dalam sehingga menghambat kenaikan laba, Adapun, pendapatan non bunga Bank Mantap tercatat Rp 372 miliar atau turun 28% YoY.
Sementara itu, likuiditas, Bank Mantap juga tampaknya mengalami pengetatan. Hal tersebut tercermin dari naiknya rasio Loan to Funding Ratio (LFR) dari tahun 2022 di level 87,7% menjadi 89,1% di 2023.
Meski demikian, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mantap masih tercatat naik 10,6% YoY menjadi Rp 44,98 triliun. Di mana, rasio dana murahnya mencapai sekitar 21,1% dari total DPK.






