Kampiunnews | Vatikan – Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), memimpin delegasi utusan khusus atas nama Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, untuk memberikan penghormatan terakhir pada pemakaman Paus Fransiskus.
Upacara misa pemakaman Paus Fransiskus berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025.
Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Jokowi menyampaikan doa untuk Paus Fransiskus sekaligus membawa pesan belasungkawa dari Presiden Prabowo Subianto.
“Pertama-tama, kami ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Teramat Suci Paus Fransiskus,” ujar Jokowi dalam video yang dirilis pada Minggu, 27 April 2025.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa wafatnya Paus Fransiskus merupakan kehilangan besar bagi dunia, khususnya sebagai sosok panutan yang senantiasa peduli terhadap perdamaian global.
“Kita kehilangan seorang panutan yang telah memberikan warisan kecintaan terhadap perdamaian dunia,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa Paus Fransiskus juga meninggalkan warisan besar berupa kerendahan hati dan persaudaraan antarbangsa.
“Warisan atas kerendahan hati dan semangat persatuan bagi seluruh bangsa-bangsa di dunia akan terus dikenang,” sambung Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mendoakan agar Paus Fransiskus beristirahat dalam kedamaian abadi.
“Akhirnya, kami semua berdoa agar Yang Teramat Suci Paus Fransiskus beristirahat dalam damai abadi dan semoga jiwanya diterima dalam pangkuan Tuhan Yang Maha Kasih,” tutupnya.
Deretan kursi yang ditempati oleh Jokowi di acara tersebut merupakan deretan khusus yang diperuntukkan bagi perwakilan kepala negara dan pemimpin dunia. Jokowi duduk dalam satu barisan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga berinteraksi dan berbincang dengan sejumlah tokoh dunia yang hadir, seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, serta Presiden FIFA Gianni Infantino. Pertemuan singkat itu menjadi momen bagi para pemimpin dunia untuk saling bertukar ucapan belasungkawa, sekaligus memperkuat komitmen global dalam meneruskan semangat perdamaian dan persaudaraan yang diwariskan oleh Paus Fransiskus.






