Kampiunnews|Batam โ Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di kawasan Rempang sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Proyek pendidikan terpadu tersebut diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas dan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sekolah yang akan dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare itu dirancang sebagai kawasan pendidikan modern yang mengintegrasikan proses belajar, pembentukan karakter, pengembangan bakat, hingga pendidikan vokasi dalam satu kawasan terpadu.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia Batam agar mampu menjawab kebutuhan industri dan pembangunan nasional di masa depan.
“Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah pesatnya kemajuan industri,” ujar Amsakar, Sabtu (2/8/2026).
Menurutnya, saat ini proses pembangunan telah memasuki tahap pemenuhan berbagai persyaratan administrasi dan teknis. BP Batam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi agar pelaksanaan pembangunan tidak mengalami hambatan di kemudian hari.
Beberapa proses yang sedang diselesaikan meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Di lapangan, pekerjaan awal difokuskan pada pemagaran kawasan dan penanganan potensi banjir sebagai langkah mitigasi sebelum pembangunan fisik dimulai.
Amsakar menegaskan, sekolah ini akan dilengkapi dengan ruang belajar representatif, laboratorium, fasilitas olahraga, asrama, pusat pengembangan karakter, hingga sarana pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung peningkatan kompetensi peserta didik.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat Merah Putih akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan Kota Batam, terutama dalam mencetak generasi muda yang memiliki daya saing tinggi dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program ini diharapkan membuka peluang bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi agar memperoleh pendidikan berkualitas dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Ia menegaskan, BP Batam mengedepankan pendekatan komunikasi yang humanis dengan masyarakat sekitar dalam setiap tahapan persiapan proyek. Seluruh proses pembangunan juga dipastikan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Setelah seluruh proses perizinan selesai, pembangunan fisik akan dilaksanakan secara bertahap dengan target penyelesaian pada 2028.
“Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada. Karena sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang,” tegas Amsakar.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai Sekolah Rakyat Merah Putih akan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Menurut Li Claudia, selain menyediakan fasilitas pendidikan yang berkualitas, sekolah tersebut juga akan memperkuat pembentukan karakter serta pendidikan vokasi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
“Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja,” ujar Li Claudia.
Dengan terus dikawalnya proses perizinan dan persiapan pembangunan, BP Batam optimistis Sekolah Rakyat Merah Putih akan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Kepulauan Riau sekaligus mendukung lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi era industri modern.






