Kampiunnews I Kupang – Bank Mandiri Taspen memberikan insentif sebesar Rp100.000 kepada nasabah saat membuka rekening baru di bank tersebut.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Elmamber Sinaga mengatakan, uang sebesar itu otomatis diisikan ke tabungan, namun insentif bisa juga diberikan dalam bentuk lain seperti top up GoPay atau pulsa.
“Kita lakukan ini untuk gimmick di awal agar nasabah mengenal Bank Mandiri Taspen, sehingga setelah mereka masuk menjadi nasabah, akan mengenal bank ini yang fokus kepada segmen pensiunan ASN TNI dan Polri,” kata Elmamber Sinaga kepada wartawan seusai sosialisasi tabungan Asabri di Restoran Nekamese, Kupang, Senin (21/3/2023) malam.
Sosialisasi dihadiri sekitar 80 anggota Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR), Direktur Utama Bank Mandiri Taspen dan Pimpinan Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang, Jonathan Mboeik
Elmamber menyebutkan saldo sebesar Rp100 ribu itu berasal dari biaya promosi. Bank Mandiri Taspen memiliki biaya promosi untuk pengembangan bisnis. Pasalnya, 99% bisnis Bank Mandiri Taspen adalah dana pensiunan yang membuat anak usaha Bank Mandiri ini beda dengan bank lainnya .
Jika di bank umum lainnya, banyak segmen yang dilayani, namun segmen pensiunan hanya mendapat porsi yang sangat kecil. Karena itu, dari sisi prioritas utama. “Kami mempromosikan dengan mereka (PPIR) agar mengenal lebih jauh dan bercerita kepada rekannya bahwa ini adalah bank yang khusus pada pensiunan.
Jika dilihat dari sejarahnya, Bank Manduri Taspen yang baru berusia 8 tahun tersebut, dulu masih satu segmen bisnis Bank Mandiri, kemudian penanganann pensiunan diserahkan kepada Bank Mandiri Taspen.
Bisa Take Over Kredit
Menurut Elmamber Sinaga, Bank Mandiri Taspen juga bisa melakuan take over kredit antar bank dengan biaya hanya 10%, itupun masih bisa nego. Berbeda dengan bank lainnya yang kemungkinan menerapkan pinalti lebih besar. “Kita clear kenakan 10 persen maksimum dan bisa nego,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah anggota PPIR menanyakan biaya yang dikenakan kepada mereka jika memindahkan kredit dari bank lain ke Bank Mandiri Taspen. Beberapa dari mereka mengeluh karena pelayanan di bank tempat mereka menabung tidak ramah terhadap nasabah yang seluruhnya sudah berusia lanjut.
“Mereka menghadapi kondisi dibolak-balik, suruh naik ke (lantai) atas, turun lagi ke bawah, atau securitynya tidak ramah kepada mereka karena pensiunan ini bagian kecil dari bisnis bank itu, Mungkn hanya 2 persen dari total bisnisnya,” ujarnya.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Ximenes, salah satu anggota PPIR. Ia minta pelayanan di Bank Mandiri Taspen harus lebih baik dan ramah kepada pensiunan, terutama petugas security, teller atau petugas di bagian kredit. “Karena disuruh naik ke lantai dua tapi bingung diatas buat apa?,” kata Ximenes. Namun, Elmamber menyampaikan kepada para anggota PPIR bahwa hal itu merupakan kebijakan masing-masing bank.
Dari total nasabah Bank Mandiri Taspen di 300 kantor cabang di seluruh Indonesia, setiap bulan menerima kredit antara Rp200-250 juta, sedangkan total kredit yang telah dikucurkan mencapai Rp38 triliun. “Sekitar 30 persen (nasabah) tidak membutuhkan kredit, hanya menabung. Pada saat pensiun, pangkatnya sudah tinggi atau anak-anaknya sudah berhasil sehingga mereka tidak membutukan kredit,” kata Elmamber Sinaga.
Bila mengajukan kredit di Bank Mandiri Taspen, tambahnya, debitur akan diberikan kemudahan, antara lain jika meninggal, otomatis sisa kreditnya lunas karena ditake over oleh asuransi, sedangkan ahli waris tetap menerima pensiun. “Negara tetap memberikan gaji kepada ahli waris, sedangkan hutangnya lunas, jelasnya. (*/gma)






