Kampiunnews I Jakarta – Ceruk pasar pensiun menjadi penopang utama kinerja anak usah Bank Mandiri, yakni PT Bank Mandiri Taspen yang terus mencatatkan kinerja yang moncer.
Hal itu terlihat hingga Mei 2023 pertumbuhan asetnya mencapai Rp55.02 triliun atau tumbuh 15.9% secara year on year (yoy). Pencapaian itu menjadikan lembaga finansial tersebut semakin terdepan menjadi mitra bisnis
pensiunan.
Seperti diakui Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama, pertumbuhan aset Bank Mandiri Taspen didorong oleh peningkatan penyaluran kredit.
Hingga periode Mei 2023, anak perusahaan Bank Mandiri dan PT Taspen itu menyalurkan kredit sebesar Rp38.3 triliun atau tumbuh 15.5% sampai bulan Mei 2023.
Maswar menjelaskan sebesar 99% dari portfolio kredit Bank Mandiri Taspen merupakan pembiayaan kepada segmen pensiun dan menjadi kredit produktif sebesar 78.6%.
“Tentunya, hal itu sejalan dengan visi dan misi Bank Mandiri Taspen sebagai mitra terbaik dan terpercaya dalam memberdayakan dan menyejahterkan pensiunan melalui berbagai program kewirausahaan,” jelas Maswar Purnama.
Maswar Purnama berharap bahwa kinerja yang positif itu menjadikan bak itu sebagai mitra terpercaya pensiunan.
“Kami berharap semoga capaian positif terus berlanjut dan terus menjadi mitra terbaik dan terpercaya pensiunan,” jelas Maswar Purnama.
Dari sisi layanan, ujar Maswar Purnama, Bank Mandiri Taspen terus konsisten mengembangkan layanan digital dalam memudahkan nasabah bertransaksi lewat aplikasi Movin.
Pada fitur itu tersedia aplikasi transfer murah melalui BI Fast, QRIS payment, top up e wallet, pembayaran listrik, telepon, BPJS, tarik tunai merchant, top up pulsa/token listrik, dashboard transaksi, dan fitur lainnya,” terang Maswar Purnama.
Selain itu, Bank Mandiri Taspen kini tengah mengembangkan fitur otentikasi di aplikasi Movin. Dengan harapan, para pensiunan dapat bertransaksi dengan mudah dan praktis hanya melalui handphone.
Kendati belum bisa memberikan angka prediksi, Maswar berkeyakinan bahwa kinerja pada tahun 2023 ini akan tetap membaik, tak terlalu berbeda dari tahun sebelumnya.
Seperti diketahui, bank itu membukukan rekor perolehan laba tertinggi sepanjang sejarah perusaahaan yakni mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh 86,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang 2022 lalu.
Catatan positif operasional bisnis Bank Mandiri Taspen tersebut tidak lepas dari kemampuan perusahaan menurunnya rasio biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO).
Merujuk dari laporan keuangan Bank Mantap 2022, BOPO bank itu tercatat turun 977 basis poin (bps) secara tahunan. Lebih rinci, pada kuartal IV/2021 BOPO BMTP sebesar 81,41persen dan menurun menjadi 71,64 persen pada kuartal IV/2022.
Itu sebabnya, , laba bersih dapat terpacu tumbuh 86,8 persen yoy menjadi Rp1,2 triliun pada Desember 2022 dari sebelumnya sebesar Rp645,67 miliar pada Desember 2021.






