Kampiunnews | Batam – Sosok inspiratif hadir dari ujung timur Indonesia. Rachel Mambrasar, perempuan muda asal Papua lulusan Shandong Engineering University, Tiongkok, kini dipercaya sebagai Duta Investasi Batam. Dengan kemampuan berbahasa Mandarin yang fasih dan latar belakang pendidikan sebagai insinyur kimia di sektor migas, Rachel tampil sebagai wajah terdepan dalam mempromosikan potensi investasi Indonesia, khususnya kepada investor dari Tiongkok.
Penugasan Rachel memiliki peran yang sangat strategis. Tiongkok saat ini tercatat sebagai investor asing terbesar kedua di Batam setelah Singapura. Nilai investasi asal Tiongkok mengalami lonjakan signifikan, dari USD 51,7 juta pada tahun 2023 menjadi lebih dari USD 103 juta hanya dalam tiga kuartal pertama tahun 2024. Investasi tersebut banyak masuk ke sektor mesin, elektronik, instrumen medis, dan peralatan presisi.
Dalam kapasitasnya sebagai duta investasi, Rachel turut berkontribusi aktif memperkuat citra Batam sebagai kawasan unggulan investasi global. Salah satu upayanya terlihat di tangkapan layar IG @investinbatam, saat ia melakukan wawancara langsung dengan Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemi Francis, menggunakan bahasa Mandarin bagian dari strategi promosi lintas budaya yang inovatif dan efektif.

Berdasarkan data Badan Pengusahaan (BP) Batam, realisasi investasi pada triwulan I tahun 2025 mencapai Rp 8,61 triliun atau setara dengan USD 491,8 juta (berdasarkan kurs Jisdor). Target investasi untuk tahun 2025 sendiri ditetapkan sebesar Rp 60 triliun, mencakup baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, Batam memiliki daya tarik tersendiri di mata investor global. Kehadiran sosok seperti Rachel Mambrasar memperkuat pesan bahwa keberagaman Indonesia adalah kekuatan. Ia membuktikan bahwa latar belakang etnis, warna kulit, maupun asal daerah bukan penghalang untuk tampil sebagai agen perubahan dan kontributor aktif dalam pembangunan bangsa.
Semoga kisah Rachel menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, untuk berani tampil, berdaya, dan membangun negeri, termasuk melalui jalur diplomasi investasi.






