Kampiunnews|Jakarta – Keberhasilan kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 Bangkok, Thailand, menjadi catatan penting perjalanan olahraga nasional. Dengan raihan medali yang membanggakan dari berbagai cabang olahraga, para atlet Indonesia tak hanya mengukir prestasi di arena pertandingan, tetapi juga membawa pulang kebanggaan bangsa. Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah pertemuan penuh kehangatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (08/01/2026).
Gelaran SEA Games ke-33 Thailand memang telah usai, namun rasa bangga dan haru masih menyelimuti para atlet saat satu per satu disambut langsung oleh Kepala Negara. Presiden Prabowo tampak hangat dan penuh perhatian saat menyalami para atlet, pelatih, dan ofisial. Ekspresi bangga tergambar jelas ketika Presiden mendengarkan kisah perjuangan mereka dari latihan panjang, pengorbanan pribadi, hingga detik-detik menegangkan di arena pertandingan.
Di balik medali yang diraih, tersimpan cerita perjuangan dan harapan yang kini menjadi bekal kuat bagi langkah para atlet menuju level yang lebih tinggi.
Bagi atlet triathlon Martina Ayu Pratiwi, momen berada di Istana Negara terasa sangat spesial dan personal. Peraih total tujuh medali, terdiri dari lima emas dan dua perak, ini tak menyangka akan menjadi salah satu atlet yang menerima penghargaan langsung dari Presiden.
“Alhamdulillah senang banget bisa jadi perwakilan yang diberi penghargaan langsung oleh Pak Prabowo. Ini adalah hari ulang tahun saya hari ini, jadi kerasa makin spesial,” ujar Martina dengan mata berbinar.
Apresiasi yang diterima pun diniatkan Martina sebagai motivasi sekaligus investasi masa depan untuk terus menjaga konsistensi prestasi.
Cerita perjuangan juga datang dari Dewi Laila, atlet menembak Indonesia yang tampil luar biasa di tengah kondisi kehamilannya. Dewi mengaku tak pernah membebani dirinya dengan target tinggi, namun justru tampil lepas dan berbuah medali emas.
“Enggak nyangka, karena enggak berpikir harus dapat emas. Pas pertandingan ya sudah, nothing to lose aja,” tuturnya.
Ke depan, Dewi berharap masih diberi kesempatan memperkuat Merah Putih di ajang yang lebih tinggi setelah melewati masa pemulihan.
“Harapannya bisa meningkatkan prestasi lagi di Asian Games, Olympic, pokoknya yang paling tinggi itu Olympic. Setelah lahiran ini istirahat sebentar, lalu kalau diberi kesempatan Asian Games, ya Asian Games,” ucap Dewi.
Sementara itu, haru mendalam dirasakan Rizki Juniansyah, atlet angkat besi Indonesia peraih emas sekaligus pemecah rekor dunia. Rizki mengaku apresiasi langsung dari Presiden menjadi kehormatan besar dan tanggung jawab moral yang tidak ringan.
“Ke depannya ini tantangan besar buat saya. Jalan saya ke depan juga berat. Saya harus terus membawa nama Indonesia, TNI, dan nama baik Bapak Presiden beserta jajarannya. Angkat besi pasti selalu saya bawa. Ini perjuangan baru lagi ke depan,” kata Rizki dengan suara bergetar.
Meski datang dari cabang olahraga yang berbeda, ketiga atlet tersebut sepakat bahwa prestasi lahir dari konsistensi, disiplin, dan pengorbanan panjang. Apresiasi dari Presiden Prabowo hari itu bukan sekadar penutup perjalanan di SEA Games, melainkan menjadi awal babak baru perjuangan mereka menuju panggung olahraga Asia dan dunia.
Di Istana Negara, Presiden Prabowo pun menegaskan kebanggaannya. Bagi Kepala Negara, para atlet bukan hanya peraih medali, melainkan simbol semangat, ketangguhan, dan harapan Indonesia yang terus bangkit melalui prestasi olahraga.






