Kampiunnews|Jakarta – Langkah Maarten Paes kembali menginjak rumput Eredivisie bukan sekadar transfer biasa. Penjaga gawang Timnas Indonesia itu pulang ke Belanda membawa pengalaman, kematangan, dan ambisi besar bersama Ajax Amsterdam, klub yang sarat sejarah dan tuntutan prestasi.
Paes mengawali karier profesionalnya di Belanda bersama NEC Nijmegen, sebelum kemudian merantau ke Amerika Serikat membela FC Dallas di Major League Soccer. Kini, di usia 27 tahun, ia kembali ke Negeri Kincir Angin untuk menghadapi tantangan yang lebih besar—bersaing di klub raksasa dengan target juara domestik dan kejayaan Eropa.
Ajax menebus Paes dari FC Dallas dengan nilai transfer sekitar 1 juta euro dan mengikatnya hingga 2029. Keputusan ini diambil di tengah situasi Ajax yang tengah membangun ulang kekuatan demi kembali bersaing dengan PSV Eindhoven dan Feyenoord di Eredivisie, serta menembus panggung Liga Champions.
Di bawah mistar, Paes tak datang tanpa persaingan. Ia akan beradu kualitas dengan Viteszlav Jaros, kiper muda pinjaman dari Liverpool, serta Remko Pasveer, penjaga gawang senior berusia 42 tahun. Persaingan ini menjadi bagian dari proyek regenerasi Ajax di sektor vital.
Menariknya, jalan Paes ke Ajax juga dipengaruhi oleh ikatan profesional di Timnas Indonesia. Jordi Cruyff, yang kini menjabat Direktur Teknik Ajax, serta Denny Landzaat, asisten pelatih Fred Grim, sama-sama pernah bekerja langsung dengan Paes di level tim nasional.
Media Belanda, De Telegraaf, menyebut keduanya memberikan rekomendasi positif atas perekrutan Paes. Penilaian itu menjadi modal penting bagi sang kiper untuk mendapatkan kepercayaan di klub sebesar Ajax.
Lebih dari itu, kepindahan ini membuka peluang sejarah. Jika tampil di Liga Champions bersama Ajax, Maarten Paes berpotensi menjadi pemain berpaspor Indonesia pertama yang benar-benar mencicipi kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa.
Sebelumnya, nama Kevin Diks memang tercatat pernah tampil di Liga Champions sebanyak 17 kali bersama Feyenoord dan FC Copenhagen. Namun, saat itu Diks masih berstatus sebagai warga negara Belanda dan belum dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia.
Kini, peluang mencetak sejarah terbuka lebar bagi Paes. Perpindahan dari FC Dallas ke Ajax membuka jalan menuju panggung tertinggi sepak bola Eropa. Sorotan publik Tanah Air pun tertuju ke Belanda, menanti kiprah sang penjaga gawang dalam menjawab tantangan besar bersama Ajax Amsterdam.






