Kampiunnews | Jakarta – Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 14 Januari 2025, telah resmi menetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) terpilih untuk periode 2025-2030, yaitu Pramono Anung Wibowo dan Rano Karno.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Khoirudin, dalam rapat tersebut menyampaikan, “Pada hari ini, Selasa 14 Januari 2025, melalui rapat paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, secara resmi kami mengumumkan penetapan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung Wibowo dan Rano Karno.” Pernyataan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari para anggota dewan yang hadir.
Khoirudin juga menambahkan bahwa setelah penetapan ini, DPRD akan segera bersurat kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan resmi Pramono-Rano sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKJ untuk periode 2025-2030.
Pelantikan Pramono dan Rano dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2025, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota. Dalam pelantikan tersebut, Pramono dan Rano akan diambil sumpahnya oleh Presiden atau perwakilan dari Pemerintah Pusat.
Pasangan Pramono-Rano sebelumnya telah resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis, 9 Januari 2025. Mereka berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan umum dengan perolehan suara sebanyak 2.183.239, atau 50,07 persen, mengalahkan dua pasangan calon lainnya, Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma-Kun, dalam satu putaran.
Setelah penetapan, Pramono dan Rano berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta. Salah satu fokus utama mereka adalah mengupayakan relokasi bagi warga di Kampung Bayam, Jakarta Utara, yang selama ini menjadi sorotan. Selain itu, mereka juga menjanjikan manfaat tambahan bagi anak-anak pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), seperti penggratisan masuk ke tempat-tempat wisata.
Tak hanya itu, Pramono-Rano juga mencanangkan program sarapan gratis bagi siswa-siswi di Jakarta, yang berbeda dengan program Makanan Bergizi (MBG) dari pemerintah pusat. Dengan berbagai program ini, mereka berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta dan menjadikan Daerah Khusus Jakarta lebih baik ke depannya.






