Kampiunnews | Jakarta – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) bekerja sama dengan Smandel Jakarta Business Network (SBN), Ikatan Alumni ITB (IA-ITB), Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo), serta International Full Gospel Fellowship (IFGF), menyelenggarakan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-220.
Program kolaboratif ini digelar secara luring di R. Konstitusi Lt. 3 Gd. Trigatra Lemhannas RI dan Ballroom Hotel A-ONE, Jakarta, tanggal 22 – 28 Mei 2025, dan secara daring melalui Zoom, sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Program mengangkat tema: “Mengukuhkan Nilai-Nilai Kebangsaan di Tengah Tantangan Geopolitik Global Dalam Rangka Mendukung Astacita”, sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta meningkatkan pemahaman, khususnya dari lingkungan enterpreneur, BUMN (Pertamina, SKK Migas, PLN) Asosiasi, Yayasan, Kantor Pengacara, dinamika geopolitik, perkembangan ekonomi digital, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Berbagai narasumber nasional turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain:
- Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)
- Ossy Dermawan (Wakil Menteri ATR/BPN)
- Anhar Gonggong (Sejarawan Nasional)
- Ferry Preska Wathan, Ph.D.,
- Rahajeng Widya, S.E., M.M., M.H., CPC., CPHRM.,CLMA., CPMP.
Sementara itu, Lemhannas RI juga menghadirkan jajaran panelis senior, yakni:
Mayjen TNI (Purn) Kup Yanto Setiono, M.A., Mayjen TNI (Purn) Endang Hairudin, S.T., M.M., Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A., Mayjen TNI Rido Hermawan, M.Sc., Mayjen TNI (Purn) Juwondo, serta Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A.
Dalam paparannya yang berjudul “Ketahanan Ekonomi di Era Digital”, Dr. Rahajeng Widya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional. “Ketahanan ekonomi hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai penggerak, masyarakat sebagai akselerator, akademisi sebagai konseptor, serta media sebagai agen komunikasi,” tegasnya.
Rahajeng juga mengingatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan Indonesia kini menghadapi tantangan kompleks akibat globalisasi dan disrupsi teknologi. “Transformasi digital menciptakan tantangan sekaligus peluang. Ini mengubah industri, pola konsumsi, dan mendorong inovasi dalam model bisnis,” ujar Corporate Director of International Busines Development Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA).
Menurut Sekjen Perempuan Indonesia Maju ini, ekonomi yang stabil menjadi fondasi utama bagi pertahanan negara. “Ketika pertumbuhan ekonomi terjaga, negara memiliki cukup sumber daya untuk membiayai pertahanan dan menjaga stabilitas sosial-politik,” tambahnya.
Kegiatan PPNK ini diharapkan dapat menjadi wadah strategis dalam membangun kesadaran nasional, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mendukung agenda besar pembangunan nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.






