Kampunnews|Kupang – Menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sektor gelandang Timnas Indonesia menjadi sorotan. Stok pemain di lini tengah terbilang melimpah, namun pelatih Patrick Kluivert dituntut cermat memilih komposisi terbaik agar tidak menjadi bumerang bagi tim Garuda.
Lini tengah bukan hanya sekadar penghubung antarlini, tetapi juga motor penggerak serangan sekaligus benteng pertama pertahanan. Menghadapi tim-tim seperti Arab Saudi dan Irak yang dikenal dengan permainan cepat dan fisik kuat, Timnas Indonesia membutuhkan keseimbangan antara gelandang petarung, pengatur tempo, dan pemutus serangan lawan (breaker).
“Lini tengah memegang peran vital sebagai penggerak serangan sekaligus benteng pertahanan pertama. Menghadapi lawan-lawan dari Timur Tengah yang dikenal kuat secara fisik dan cepat, Timnas Indonesia membutuhkan kombinasi gelandang petarung, breaker, dan pengatur tempo permainan,” ungkap Mathias Bisinglasi mantan pemain Galatama Niac Mitra Surabaya di Kupang.
Nama-nama seperti Thom Haye, Ivar Jenner, Joe Pelupesi, dan Nathan Tjoe-A-On diproyeksikan mengisi sektor sentral Timnas. Jika Patrick Kluivert memainkan pola 4-3-3, keempat pemain ini bisa menjadi pilihan utama karena telah terbukti solid dan mampu menjalankan peran masing-masing.
Nathan Tjoe-A-On dan Joe Pelupesi berperan sebagai breaker untuk memutus serangan lawan sebelum menembus lini pertahanan. Thom Haye tampil sebagai playmaker dengan akurasi umpan tinggi dan visi permainan yang matang. Ivar Jenner berfungsi sebagai filter terakhir sekaligus penghubung transisi dari bertahan ke menyerang.
Kombinasi ini terbukti solid dalam beberapa laga sebelumnya. Thom Haye dengan kualitas umpannya, stamina Ivar Jenner yang luar biasa, serta chemistry yang sudah terbangun di antara mereka menjadi modal penting bagi Kluivert.
“Kualitas umpan Thom Haye sangat baik, stamina Ivar Jenner luar biasa, dan chemistry mereka sudah terbangun dengan baik,” ujar Mathias Bisinglasi mantan pemain Niac Mitra Galatama asal NTT.
Meski demikian, Kluivert diprediksi mungkin menyiapkan formasi berbeda untuk mengantisipasi Arab Saudi dan Irak, mengingat kedua tim tersebut sudah pernah berhadapan dengan Timnas Indonesia meski kini dilatih pelatih baru.
Pelatih asal Belanda itu diharapkan berdiskusi dengan pemain senior untuk menyusun strategi terbaik agar lini tengah tetap kokoh menghadapi tekanan lawan.
Catatan khusus juga diberikan kepada Thom Haye terkait insiden pada FIFA Matchday di Surabaya, di mana ia sempat menunjukkan reaksi emosional usai laga kontra Lebanon. Ke depan, ia diharapkan mampu mengontrol emosi dan justru memanfaatkannya untuk memancing lawan agar terpancing, bukan sebaliknya.
“Thom Haye adalah sosok sentral permainan. Ia harus tetap tenang, memimpin lini tengah, dan memanfaatkan pengalaman menghadapi tim-tim Timur Tengah,” tambah Mathias.
Sementara lini serang Timnas masih berharap dengan kehadiran Ole Romeny. Kehadiran Miliano Jonathan cukup menjanjikan. Gaya mainnya seperti Arjen Roben dengan skill dan kecepatan di sektor kanan ditambah Ragnar Oratmangoena di sektor kiri, bisa menjadi trisula yang mampu mengancam pertahanan lawan.
Sektor pertahan saya kira aman, jika Patrick memainkan pola empat back ada Yakub Sayuri, Calvin Verdonk, Kevin Dicks dan Jae Idzes. Demikian halnya jika menggunakan pola 3 back, tria Rizky Ridho, Jae Idzes dan Justin Hubner akan menjadi prioritas.
Sementara itu, lini serang Timnas diharapkan semakin tajam dengan kehadiran Ole Romeny. Penampilan Miliano Jonathan yang memiliki gaya main mirip Arjen Robben di sisi kanan, ditambah Ragnar Oratmangoen di kiri, diprediksi membentuk trisula mematikan untuk mengancam pertahanan lawan.
Di sektor pertahanan, Patrick Kluivert memiliki bebrapa opsi. Dalam skema empat bek, nama Yakub Sayuri, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Jae Idzes bisa menjadi pilihan utama. Sementara jika menggunakan formasi tiga bek, trio Rizky Ridho, Jae Idzes, dan Justin Hubner akan menjadi andalan. Sambil seruput kopi kita tunggu aksi skuad Garuda di pertarungan Round 4 melawan Arab Saudi dan Iraq. “Tentunya sebagai pecinta sepak bola, kita berharap sejarah akan terukir, Kluivert dapat membawa Garuda lolos ke Pila Dunia 2026,” tambah Pelatih SKO Kupang Mathias Bisinglasi.






