Kampiunnews|Jakarta – Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA), sebagai organisasi sayap Partai Gerindra, akan menyelenggarakan kegiatan pembagian bantuan sosial berupa sembako kepada para koster gereja se-Jakarta pada Sabtu, 4 April 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, dalam rangka menyambut Perayaan Paskah 2026.
Dalam aksi sosial Paskah tahun ini, PP GEKIRA secara khusus mengusung tema “Persatuan Nasional Fondasi Keutuhan Bangsa” sebagai pesan utama kegiatan. Tema tersebut menegaskan komitmen GEKIRA untuk terus merawat semangat persaudaraan, memperkuat solidaritas sosial, serta membumikan nilai-nilai kebangsaan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen kemanusiaan, pelayanan sosial, dan kasih persaudaraan antarwarga bangsa. Dalam konteks kebangsaan, pembagian sembako ini diharapkan menjadi medium untuk mempererat kohesi sosial, khususnya bagi mereka yang selama ini setia melayani umat dan masyarakat dari akar rumput.
Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh unsur Pimpinan Partai Gerindra, Pimpinan PP GEKIRA, perwakilan Kementerian Agama, pimpinan aras-aras Gereja Protestan dan Katolik, serta para koster gereja dari berbagai wilayah di Jakarta.
Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi sosial berkelanjutan yang telah dilakukan organisasi sejak tahun lalu.
“Kegiatan yang akan kami lakukan pada hari Sabtu nanti merupakan keberlanjutan dari apa yang sudah kami mulai sejak Desember tahun lalu, yaitu pembagian bantuan sosial kepada saudara-saudari korban bencana di Sumatera,” ujar Nikson.
Ia menambahkan bahwa GEKIRA berupaya menghadirkan aksi sosial yang menyentuh langsung kelompok masyarakat di lapisan bawah sebagai bagian dari penguatan pesan kebangsaan.
“Lalu kepada umat Muslim yang menyambut Idulfitri di seputaran Kota Jakarta, dan kepada para koster gereja yang akan kita lakukan nanti. Kita ingin agar masyarakat akar rumput, para koster misalnya, memahami pesan persatuan nasional yang disampaikan oleh pimpinan partai, terutama oleh Presiden Prabowo Subianto,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Melki Suawah, menekankan pentingnya peran koster dalam kehidupan beragama dan sosial.
“Koster gereja adalah representasi nyata dari ‘orang kecil’ atau akar rumput dalam kehidupan menggereja. Meski sering berada di balik layar, peran mereka sangat vital dalam menjaga keberlangsungan pelayanan, merawat rumah ibadah, serta memastikan umat dapat beribadah dengan khusyuk dan tertib. Dedikasi mereka mencerminkan nilai kerendahan hati, pengabdian, dan ketulusan yang menjadi fondasi moral bangsa,” terang Melki.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan sosial ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar bantuan material. Bantuan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi penting para koster dalam menjaga kehidupan spiritual dan sosial masyarakat, sekaligus simbol kehadiran negara dan seluruh elemen bangsa bagi mereka yang berada di lapisan paling bawah, tanpa memandang latar belakang.
“Kami menegaskan bahwa inisiatif ini harus ditempatkan dalam kerangka besar persatuan nasional. Dengan merangkul kelompok akar rumput di berbagai komunitas keagamaan, bangsa ini sedang merawat kohesi sosial, memperkuat solidaritas lintas elemen, dan meneguhkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan pemisah,” ungkap pria asal Minahasa tersebut.
Melalui kegiatan ini, PP GEKIRA mengajak para koster gereja di wilayah Jakarta untuk berpartisipasi aktif sebagai bagian dari gerakan kebangsaan yang berangkat dari nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan. Bagi GEKIRA, semangat Persatuan Nasional Fondasi Keutuhan Bangsa bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Aksi sosial Paskah 2026 ini sekaligus menjadi penegasan bahwa kehadiran organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan seperti GEKIRA harus mampu menjadi jembatan persaudaraan, penguat harmoni sosial, dan mitra strategis dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.






