Kampiunnews|Kupang – Program Ina Kasih lahir dari kepedulian Pemerintah Kota Kupang terhadap persoalan kemiskinan menstruasi yang masih dialami sebagian keluarga prasejahtera. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan hak dasar perempuan khususnya anak-anak sekolah tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok keluarga.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., saat menyerahkan bantuan pembalut gratis Program Ina Kasih kepada siswi SMP Negeri 11 Kupang serta masyarakat Kelurahan Fatukoa dan Naioni. Penyerahan dilakukan di dua lokasi, yakni Aula SMPN 11 Kupang, Jalan Taebenu, Kelurahan Naimata, dan dilanjutkan di Kantor Lurah Fatukoa, Kamis (11/12).
“Banyak perempuan, termasuk adik-adik kita, dihadapkan pada pilihan sulit: membeli pembalut atau memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Program Ina Kasih hadir untuk menjawab persoalan itu,” ujar Serena.
Ia mencontohkan, harga pembalut sekitar Rp26.000 per pak mungkin terasa ringan bagi sebagian orang. Namun bagi keluarga dengan penghasilan di bawah Rp800.000 per bulan, pengeluaran tersebut dapat menyerap porsi belanja yang cukup besar.
Dalam keluarga dengan dua hingga empat perempuan usia produktif, lanjut Serena, biaya pembalut dapat mencapai Rp40.000 hingga Rp80.000 per bulan. Dengan adanya bantuan melalui Ina Kasih, anggaran tersebut diharapkan dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendasar seperti beras, sayur, dan ikan.
Lebih dari sekadar bantuan materi, Serena menegaskan bahwa program ini menyangkut martabat dan kemanusiaan. Menstruasi, kata dia, tidak boleh menjadi alasan anak perempuan absen dari sekolah.
“Melalui Ina Kasih, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak perempuan yang tidak masuk sekolah hanya karena tidak memiliki pembalut. Ini bukan semata bantuan sosial, tetapi bentuk kehadiran negara dalam menjaga martabat perempuan,” tegasnya.
Kepada para siswi, Wakil Wali Kota juga berpesan agar tetap menjaga diri dan fokus pada masa depan, terutama di tengah derasnya arus media sosial.
“Di era sekarang, sangat mudah terpengaruh hal-hal negatif. Jangan membandingkan diri dengan apa yang dilihat di Instagram atau TikTok. Fokuslah pada masa depan, karena kalian adalah harapan keluarga dan masa depan Kota Kupang,” katanya.
Sebagai penguatan motivasi, Serena turut berbagi pengalaman pribadinya tentang keberanian mengambil langkah besar di usia muda, termasuk saat maju sebagai calon Wakil Wali Kota pada usia 25 tahun. Ia berharap kisah tersebut dapat menjadi pesan bahwa anak muda patut berani bermimpi dan bekerja keras mengejar tujuan.
Sementara itu, Plt. Kepala SMPN 11 Kupang, Emmanuella Mariella Ibo, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Kupang kepada siswi-siswi dari keluarga prasejahtera.
“Sebagian besar siswa kami berasal dari keluarga prasejahtera. Program ini sungguh luar biasa dan sangat membantu. Terima kasih kepada Ibu Wakil Wali Kota dan semua pihak yang telah peduli,” ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa SMPN 11 Kupang saat ini menampung 976 siswa dengan dukungan 77 tenaga pendidik dan pegawai. Sekolah masih membutuhkan tambahan ruang kelas mengingat jumlah rombongan belajar mencapai 31 rombel, sementara ruang kelas yang tersedia baru 26 ruang kelas belajar (RKB).
Dalam sesi bersama mama-mama di Kelurahan Fatukoa dan Naioni, Serena kembali menekankan pentingnya solidaritas antarperempuan serta mengingatkan kewaspadaan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang menyediakan layanan pengaduan dan pendampingan bagi warga yang membutuhkan.
“Perempuan yang sehat adalah pilar keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah fondasi bagi Kota Kupang yang maju,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup.
“Semoga bantuan hari ini menjadi penguatan dan tanda bahwa pemerintah selalu hadir, bukan hanya hari ini tetapi setiap kali masyarakat membutuhkan. Tuhan memberkati perempuan-perempuan hebat di Kota Kupang,” tutup Serena.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, perwakilan Hers Protex, perwakilan Bank NTT, serta jajaran perangkat daerah terkait, antara lain Dinas P3A, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Kota Kupang.






