Kampiunnews | Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar Puncak Peringatan Hari Kartini Tahun 2025 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara ini turut dihadiri oleh Ibu Wakil Presiden Republik Indonesia, Selvi Ananda, dan mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang: Menghadirkan 1.000 Profesi Perempuan dan Gen Z”. Sebanyak 18 zona sektor strategis diwakili oleh perempuan-perempuan inspiratif dari seluruh penjuru Indonesia.
“Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, namun momentum untuk meneruskan cita-cita Raden Ajeng Kartini. Kita ingin perempuan Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, mandiri, terdidik, dan mampu meraih mimpi, serta memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” pesan Ibu Wakil Presiden, Selvi Ananda.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menegaskan bahwa RA Kartini adalah simbol keberanian berpikir maju melampaui zamannya. Peringatan ini menjadi pengingat penting akan perjuangan Kartini yang kini diteruskan oleh perempuan masa kini dan generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi lintas organisasi dan generasi.
“Dulu Kartini menulis pemikiran-pemikirannya dalam surat yang kita kenal sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang. Kini, kita melihat terang itu hadir dalam wujud 1.000 profesi perempuan dan Gen Z yang menjadi inspirasi serta harapan bagi perempuan lain untuk berani bersuara dan memimpin,” ungkap Menteri Arifah.
Partisipasi aktif dari perempuan lintas usia, terutama Gen Z, mencerminkan semangat Kartini yang hidup di setiap generasi. Menteri Arifah berharap semangat ini menjadi panggilan untuk terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan kemajuan bagi seluruh perempuan Indonesia.
“Mari terus hidupkan semangat Kartini melalui belajar, berkarya, dan mengambil peran aktif dalam kemajuan bangsa. Bersama kita tolak diskriminasi, buka ruang partisipasi lebih luas, dan pastikan setiap perempuan dapat bertumbuh dan berdaya, dari mana pun mereka berasal,” tambahnya.
Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran dan kepemimpinan perempuan dalam pembangunan nasional yang berlandaskan kesetaraan, inklusivitas, dan keberagaman.
“Tajuk 1.000 profesi ini melambangkan peluang tak terbatas bagi perempuan dan Gen Z. Lebih dari 900 profesi strategis dari berbagai sektor terlibat dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa perempuan bisa hadir bahkan menciptakan profesi baru,” jelas Nannie.
Acara ini diselenggarakan secara hybrid, dengan ribuan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan generasi, serta didukung oleh kementerian/lembaga, organisasi masyarakat, dan 112 organisasi perempuan di bawah naungan Rumah Besar Federasi Kowani, seperti BNN, PIMTI, dan Srikandi BUMN.
Rangkaian acara dimulai dengan Upacara Resmi Peringatan Hari Kartini yang dilanjutkan dengan Talkshow Nasional dan Internasional bertema “Perempuan Menjawab Berbagai Krisis” yang dimoderatori oleh Aviani Malik. Talkshow ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan internasional, termasuk perwakilan diaspora Indonesia dari Amerika, Jepang, dan Australia.
Puncak acara juga menampilkan pembacaan Surat-Surat Kartini serta peluncuran program ‘1000 Profesi Perempuan & Gen Z’ oleh Ibu Wakil Presiden RI. Sebagai bentuk penghargaan, Anugerah Kartini secara anumerta diberikan kepada mendiang Titiek Puspa atas dedikasi dan kontribusinya terhadap kemajuan perempuan Indonesia.
Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Nasional Perempuan Indonesia bertajuk “Kartini Menuju Indonesia Emas 2045”, serta penampilan seni musik dan tari sebagai bentuk selebrasi atas semangat dan kontribusi perempuan Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan.






