Kampiunnews | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir dan perbatasan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah percepatan pembangunan infrastruktur permukiman di Kawasan Tanjung Banun, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa melalui proyek ini, pemerintah tidak hanya fokus pada penyediaan infrastruktur dasar, tetapi juga berkomitmen untuk menciptakan kawasan yang layak huni, tangguh, serta mampu mendorong pemerataan ekonomi dan sosial, terutama di wilayah pesisir dan perbatasan.
Kawasan Permukiman Tanjung Banun merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan secara kolaboratif oleh Kementerian PU, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Transmigrasi, serta Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Kawasan ini dirancang sebagai permukiman baru yang terintegrasi dan produktif, dengan kondisi eksisting yang masih didominasi oleh lahan perkebunan, tambak udang, peternakan, serta dua pusat lingkungan utama, yaitu Kampung Melayu Tanjung Banun dan Kuala Buluh.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kepulauan Riau, Rocky Adam, menjelaskan bahwa pembangunan Kawasan Permukiman Tanjung Banun dilakukan di atas lahan seluas 36,77 hektar melalui kontrak tahun jamak (MYC) dengan nilai Rp164,77 miliar.
“Pekerjaan dimulai sejak Desember 2024, dan saat ini progres fisik telah mencapai 45,23%. Target penyelesaian proyek ini adalah pada September 2025,” ungkap Rocky Adam, Minggu (3/8/2025).
Kementerian PU bertanggung jawab untuk menyiapkan lahan persil rumah, yang mencakup pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir, aspal, struktur, sistem air minum dan sanitasi, pembangunan Puskesmas Pembantu, penataan ruang terbuka hijau (RTH) dan lingkungan, serta penghijauan lahan cadangan. Selanjutnya, Kementerian Transmigrasi akan membangun rumah tipe 45 beserta utilitasnya di atas lahan yang telah disiapkan.
“Kesiapan lahan persil rumah di Kawasan Permukiman Tanjung Banun ditargetkan sebanyak 150 persil pada akhir Juni 2025, 250 persil pada akhir Juli 2025, dan 350 persil pada akhir Agustus 2025,” tutup Rocky.






