Kampiunnews | Morawali – Ketua Umum DPN Masyarakat Pertambangan Indonesia, Amin Ngabalin sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ian Gilang , dalam menginisiasi rekan-rekannya dalam hal terkait upah kerja.
Permasalahan tentang upah yang belum dibayarkan masih sering dijumpai diberbagai tempat. Hal ini juga terjadi pada sejumlah pekerja anggota Serikat Pekerja Kerah Biru yang bekerja di lokasi PT.Indonesia Morawali Industrial Park (PT.IMIP).
Ketua Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KB-SPSI) Kabupaten Morowali, Ian Gilang mendampingi sebanyak 21 anggota Serikat Pekerja Kerah Biru dalam penyelesaian masalah upah kerja yang belum diselesaikan oleh PT. Singa Grup Morowali (PT.SGM) pada Jumat (23/06/2023) di Kawasan PT.IMIP.
Perundingan berlangsung di Kawasan PT. Industrial Morowali Industrial Park (IMIP) antara perwakilan PT.SGM, PC FSP Kerah Biru-SPSI dan PT.IMIP yang dalam hal ini dari pihak keamanan sebagai penengah (mediator) selama perundingan berlangsung.
Ngabalin mengatakan bahwa perjuangan Kerah Biru yang dalam hal ini Ian Gilang selaku Ketua Pengurus Cabang Morowali patut diacungkan jempol. Mereka mampu mengeliminir stigma terhadap serikat pekerja.
Menurut Ngabalin, bahwa perjuangan pekerja itu memang lebih efektif dengan dialog baik bipartit, tripartit dan kalau akhirnya tidak menemukan kata sepakat akan berlanjut pada tingkat penyelesaian hubungan industrial.
Ian Gilang ini adalah asset yang harus dijaga, aktivis muda yang berani dan benar-benar berjuang dalam pergerakan. Perjuangan cara-cara modern seperti ini tentu sangat menghemat energi, terlebih lagi ada sinergi antara pusat dan daerah di sesama Pengurus Kerah Biru.
Ian Gilang selaku Ketua Pengurus Cabang FSP Kerah Biru menegaskan bahwa sesuai arahan Pengurus Pusat, kami mengutamakan penyelesaian perselisihan secara dialog baik di tingkat bipartit maupun tripartite. Penyelesaian hukum adalah jalan terakhir jika tidak terjadi kesepakatan.
“Kita ini sudah hidup di zaman yang modern, kita tidak mengatakan demo adalah hal yang tabu, namun jika sesuatu masalah masih bisa dibicarakan dengan baik tentu kita akan pilih dialog. Dialog itu penting untuk menghilangkan stigma dan ketakutan pengusaha terhadap keberadaan serikat.” Ungkap Ian.
Lebih lanjut Ian mengatakan bahwa sebagai Ketua yang dipercaya untuk memimpin Kerah Biru di Morowali, tentu sesuai dengan visi dan misi organisasi kita tetap berusaha untuk menyelesaikan permasalahan secara beradab. Bukan berarti mengurangi sikap tegas kita terhadap prinsip.
“Tujuan Serikat pekerja itukan sederhana, bagaimana anggotanya diperlakukan sebagai manusia yang memiliki derajat yang sama, berhak atas upah yang seharusnya diterima dari pekerjaannya, dan kalau mengacu pada undang-undang, sebenarnya pengusaha dikenakan denda atas keterlambatan pemberian upah kepada pekerja dengan alasan apapun. “ tandas Ian.
Ian memaparkan bahwa dari perundingan ini telah tercapai kesepakatan di antaranya, Pihak PT.SGM akan membayarkan upah pekerja pada hari Sabtu (24/06/2023) di lokasi PT.IMIP
Selanjutnya Pihak PT.IMIP akan menindaklanjuti terkait pelanggaran PT.SGM yang telah dibuat di dalam Kawasan PT.IMIP
Ian Gilang berjanji akan memperjuangkan semua anggota serikat pekerja Kerah Biru di daerah Morowali, dan selalu berkordinasi dengan Pengurus Pusat tentang setiap kegiatan ataupun permasalahan yang ada di wilayah kepengurusannya.
“Ini adalah kader anak bangsa dalam memperjuangkan pekerja/buruh. Kita harus support dia, karena ini asset bangsa.” ujar Amin Ngabalin
Ngabalin juga memuji apa yang dilakukan oleh Pengurus Pusat Kerah Biru yang dipimpin oleh Royanto Purba.
“Pergerakan Kerah Biru benar-benar modern, tidak sebatas narasi. Mereka mampu bergerak dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Kita apresiasi. Dan satu hal tentang upah, itu harus segera dibayarkan jangan permainkan nasib pekerja/buruh.” tutup Ngabalin yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Golkar.
Langkah cerdas Ketua FSP KB-SPSI Kabupaten Morowali, juga mendapat dukungan dan apresiasi dari Tayeb Demara Menteri ESDM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA).
“LIRA akan mendukung sepenuhnya pergerakan yang memperjuangkan keadilan nasib pekerja yang dilakukan Ian Gilang,” ujar Tayeb Demara saat ditemuai di Kantor DPP LIRA dibilangan Jakarta Selatan.
LIRA melaui menteri ESDM Tayeb Demara sangat mengapresiasi langkah pergerakan Kerah Biru dalam menegakkan keadilan nasib pekerja.
Hal ini disampaikannya kepada Kampiunnews setelah mengetahui berita media terkait upah yang belum dibayarkan PT.SGM yang beroperasi di kawasan PT.IMIP Morowali, Sulawesi Tengah.
“Saya langsung klarifikasi Ketua Umum FSP KERAH BIRU-SPSI, Royanto Purba terkait berita tersebut dan beliau membenarkannya” pungkas Tayeb.
Tayeb menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Ketua PC FSP Kerah Biru – SPSI Morowali, Ian Gilang benar-benar suatu keteladanan bagi kita khususnya para pengurus Serikat Pekerja.

“Saya sangat menyayangkan terjadi hal seperti ini. Harusnya pengusaha tidak ada dalih dalam membayar upah pekerjanya. Bagaimana pekerja bisa membiayai dirinya dan keluarganya? Praktik-praktik seperti ini harus dihentikan, dan kami LIRA akan mendukung perjuangan yang dilakukan oleh rekan-rekan pekerja tersebut” tandas Tayeb yang juga Sekjen DPN Masyarakat Pertambangan Indonesia.
Menurutnya pergerakan yang dilakukan Ian Gilang dkk harus didukung dan dikawal. Mereka telah berhasil memberi contoh bahwa perjuangan modern melaui mediasi dan dialog tetap menjadi utama daan perjuangan mereka.
“Saya akan tetap dukung dan akan kita teruskan kepada pengurus LIRA di daerah untuk tetap support pergerakan FSP KERAH BIRU di Morowali. Kita tidak bisa diam, kita harus aktif dalam membentuk sinergitas antara pekerja, pengusaha dan Pemerintah. Jadi pada akhirnya saya menghimbau pada perusahaan terkait segera memenuhi tanggung jawabnya pada pekerja tersebut,” lanjut Menteri ESDM LIRA Tayeb Demara.






