Kampiunnews|Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjamin hak dasar kesehatan warga kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Kota Kupang resmi meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 kategori Pratama, atas keberhasilannya memperluas akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dari BPJS Kesehatan dalam acara nasional yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1). Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Menteri Kesehatan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, Direktur Utama BPJS Kesehatan, serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.
Capaian ini menegaskan posisi Kota Kupang sebagai salah satu pemerintah daerah yang dinilai progresif, responsif, dan konsisten dalam menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga tahun 2026, kepesertaan UHC Kota Kupang tercatat mencapai 115 persen, melampaui standar minimal nasional dan mencerminkan tingginya cakupan serta akses pelayanan kesehatan bagi warga.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari deretan prestasi sektor kesehatan di era kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis, yang sejak awal menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan. Selain perluasan cakupan JKN, Pemerintah Kota Kupang juga memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan akses rujukan, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena persoalan administrasi atau kemampuan ekonomi.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah dan wujud keberpihakan kebijakan kepada rakyat.
“Penghargaan ini bukan tentang pemerintah, tetapi tentang hak masyarakat Kota Kupang untuk hidup sehat tanpa dibebani biaya dan prosedur yang rumit. Prinsip kami sederhana: jangan biarkan satu pun warga menunda berobat hanya karena tidak punya uang atau terkendala administrasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis, Pemerintah Kota Kupang memandang kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
“Kesehatan bukan privilese, tetapi hak dasar. Kalau rakyat sehat, mereka bisa bekerja, belajar, dan berdaya. Itulah inti pembangunan yang kami dorong di Kota Kupang,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Menko Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa kesehatan merupakan pilar utama pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
“Masyarakat tanpa jaminan kesehatan sangat rentan terjebak dalam kemiskinan. JKN hadir sebagai proteksi. Negara hadir sebagai enabling state yang membebaskan rakyat dari beban finansial kesehatan dan membuka ruang hidup yang lebih produktif dan berdaya,” katanya.
Ia menekankan bahwa capaian UHC oleh pemerintah daerah bukan sekadar prestasi administratif, melainkan investasi strategis jangka panjang yang mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya kesehatan, sekaligus perwujudan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Gufron Mukti, menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan pencapaian UHC tercepat di dunia.
“Dalam waktu sekitar sepuluh tahun, Indonesia mampu mencapai UHC. Ini capaian luar biasa dan menjadi rujukan internasional. Banyak negara dan universitas dunia belajar dari sistem JKN kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan Kota Kupang adalah penerapan UHC Non Cut-Off. Melalui skema ini, warga tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan darurat meskipun status kepesertaan BPJS Kesehatannya nonaktif.
“Pengaktifan kepesertaan dapat dilakukan dalam waktu 1×24 jam hingga 3×24 jam. Warga cukup menunjukkan KTP, dan pembiayaan ditanggung BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan UHC Kota Kupang didukung kolaborasi pembiayaan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah mencakup lebih dari 80 persen populasi sasaran. Program ini terbukti efektif dalam penanganan cepat warga terdampak bencana, seperti kejadian di Belo beberapa waktu lalu, serta memberi fleksibilitas layanan bagi warga daerah sekitar, termasuk Kabupaten Kupang, yang memanfaatkan fasilitas kesehatan di Kota Kupang.
Penghargaan UHC Awards 2026 ini semakin mengukuhkan rekam jejak prestasi Kota Kupang di bidang kesehatan, sekaligus menegaskan arah kepemimpinan Christian Widodo–Serena C. Francis yang berfokus pada pelayanan publik, keadilan sosial, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.






