Kampiunnews | Jakarta – Bintang Timur Atambua (BeTA) harus mengubur impian untuk melangkah lebih jauh di ajang Liga 4 Nasional 2025 setelah harus tersingkir di babak 32 besar.
Meski hasil tersebut mengecewakan para pendukungnya, manajemen BeTA tetap memberikan apresiasi atas perjuangan seluruh pemain yang telah bertarung habis-habisan sepanjang turnamen. Manajer BeTA, Fhitho B. Francis, menyampaikan rasa bangganya terhadap performa tim.
“Saya mengapresiasi perjuangan para pemain. Mereka sudah memberikan yang terbaik sepanjang gelaran Seri Nasional Liga 4. Banyak pelajaran dan pengalaman yang kami dapatkan selama berlaga di Solo,” ujar Fhitho, Minggu (4/5/2025).
Fhitho menilai, salah satu faktor kegagalan tim adalah belum stabilnya mental bertanding para pemain ketika bermain di luar kandang. Meski tampil dominan pada fase 64 besar, BeTA kesulitan saat menghadapi tim tuan rumah seperti Persika Karanganyar dan laga penetuan melawan tim asal Sumatera Barat, Josal FC Piaman.
“Di laga terakhir, performa kami cukup baik. Momentum menuju 16 besar sempat kami dapatkan setelah menyamakan kedudukan menjadi 2-2,” tambahnya.
Dari sisi manajemen, Direktur Bintang Timur Atambua, Vinsent Longa, juga memberikan apresiasi atas pencapaian tim. Ia menilai hasil ini masih berada dalam jalur yang positif sesuai target klub.
“Tahun ini target kami memang menjuarai Piala El Tari Memorial Cup (ETMC) dan Liga 4 Zona NTT, baik untuk kelompok usia U-17 maupun tim senior. Tim U-17 berhasil finis di posisi 8 besar di seri nasional, dan tim senior melangkah hingga babak 32 besar. Ini prestasi yang layak diapresiasi bagi klub mandiri yang baru berlaga di level nasional,” ujar Vinsent.
Vinsent juga menegaskan bahwa BeTA akan segera memfokuskan diri untuk menatap agenda berikutnya, yaitu ETMC 2025 di Ende dan kompetisi kelompok umur.
“Kami akan segera kembali ke Atambua, dan selanjutnya kami akan mempersiapkan tim ini untuk menghadapi ETMC 2025 di Ende. Demikian juga tim kelompok umur Suratin U-17 dan U-15,” lanjutnya.
Mengakhiri keterangannya, Vinsent menyampaikan terima kasih kepada seluruh suporter dan masyarakat NTT atas dukungannya yang luar biasa. Ia juga mengapresiasi para sponsor yang telah memberikan dukungan penuh selama keikutsertaan BeTA di ajang nasional ini.
“Kami berterima kasih kepada sponsor yang telah berkontribusi mendukung BeTA selama gelaran Seri Nasional di Solo, seperti Pos Indonesia, Bank Mandiri Mantap, PT. Dharma Lautan, dan Nekamese Grup atas dukungan penuh mereka kepada tim kami,” pungkas Vinsent.
Langkah Klub BeTA di Liga 4 tidak luput dari perhatian legenda timnas asal Papua, Noah Meriam. “Saya mengikuti perjalanan tim ini sejak pengisian di NTT. Anak-anak BeTA memiliki prospek yang cerah dan potensi mereka luar biasa. Ini adalah keberhasilan yang tertunda,” ujar Noah Meriam, yang turut hadir di Atambua tahun 2014 saat pembukaan SSB milik Fary Francis.
Noah menekankan pentingnya kerja keras dan disiplin bagi para pemain. “Saya berharap mereka terus bekerja keras, disiplin, meningkatkan kemampuan, dan jangan puas dengan hasil yang dicapai hari ini,” tambahnya.
Dengan dukungan dari tokoh-tokoh sepak bola seperti Noah Meriam, Klub BeTA diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi pada kemajuan sepak bola di daerah, serta menginspirasi generasi muda untuk mengejar impian mereka di dunia olahraga.






